• Home
  • Download
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Social
    • Facebook
    • Twitter
    • Googleplus
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Entertainment
  • Travel
  • Contact Us

About Me



Haloooo, saya Maria G Soemitro, seorang ambu (ibu = Bahasa Sunda) dengan 4 orang anak.
Blog ini didedikasikan khusus untuk berbagi perihal sampah. Mengenai saya selengkapnya ada disini Saya bisa dihubungi di ambu_langit@yahoo.com




Bandung Zero Waste

Gaya Hidup Nol Sampah untuk Wujudkan Indonesia Bebas Sampah


paket hemat Hoka Hoka Bento, mmm... maknyusss

Mungkin tidak banyak yang menyangka bahwa resto cepat saji ala Jepang, Hoka Hoka Bento yang pernah dinyatakan syubhat (meragukan) oleh MUI ternyata pemiliknya adalah warganegara Indonesia yaitu Hendra Arifin.  Di tahun 1985, Hendra Arifin melakukan studi banding ke Jepang  kemudian membeli izin untuk menggunakan merek dan technical assistance Hoka Hoka Bento di Indonesia.


Sekarang hak cipta atas merek Hoka-Hoka Bento  sudah dimiliki PT Eka Bogainti dan direktur operasionalpun sudah ditangani generasi kedua yaitu, Paulus Arifin.
Tidak dapat dipungkiri bahwa rasa makanan Hoka Hoka Bento sudah disesuaikan dengan lidah Indonesia sehingga disukai oleh lintas usia dan disajikan pada lintas peristiwa. Kotak-kotak makanan Hoka Hoka Bento dengan mudah kita temui di acara buka puasa bersama, rapat atau di setiap acara makan bersama yang membutuhkan makanan cepat saji dengan rasa makanan disukai hampir di semua kalangan dan harganyapun terjangkau.

Kekurangannya hanya satu tapi fatal. Yaitu kemasan makanan yang terbuat dari styrofoam. Kekurangan yang terpaksa harus dimaklumi  karena sosialisasi BahayaHYPERLINK "http://archive.kaskus.us/thread/4621067" HYPERLINK "http://archive.kaskus.us/thread/4621067"KemasanHYPERLINK "http://archive.kaskus.us/thread/4621067" Styrofoam hampir tidak pernah dilakukan. Bahkan dalam beberapa kali pertemuan penulis dengan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup  Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat, mereka menjamu tamunya dengan Hoka-Hoka Bento berkemasan  styrofoam tersebut. Wah...wah......

kemasan makanan Hoka-Hoka Bento terbuat dari polystyrene



Seperti kita ketahui styrofoam atau polystyrene (PS) merupakan produk dari minyak bumi yang hanya diperbolehkan sekali pakai dan sebaiknya dihindari. Karena riset terkini membuktikan  wadah Styrofoam mengandung dioctyl phthalate (DOP) yang menyimpan zat benzen, suatu larutan kimia yang sulit dilumat oleh sistem percernaan. Benzen ini juga tidak bisa dikeluarkan melalui feses (kotoran) atau urine (air kencing). Akibatnya, zat ini semakin lama semakin menumpuk dan terbalut lemak. Inilah yang bisa memicu munculnya penyakit kanker.
Benzana bisa menimbulkan masalah pada kelenjar tyroid, mengganggu sistem syaraf sehingga menyebabkan kelelahan, mempercepat detak jantung, sulit tidur, badan menjadi gemetaran, dan menjadi mudah gelisah.

Pada beberapa kasus, benzana bahkan bisa mengakibatkan hilang kesadaran dan kematian. Saat benzana termakan, dia akan masuk ke sel-sel darah dan lama-kelamaan akan merusak sumsum tulang belakang. Akibatnya produksi sel darah merah berkurang dan timbullah penyakit anemia.

Penggunaan wadah styrofoam di Amerika Serikat, khususnya di Oregon dan California  sudah dilarang  karena Enviromental Protection Agency (EPA) mengklasifikasi styrofoam atau polystyrene sebagai karsinogen manusia. Sedangkan Earth Resourch Foundation menyebutkan bahwa produk busa polystyrene  mengeluarkan lindi bahan kimia beracun yang  dapat mengakibatkan iritasi pada kulit, mata, saluran pernafasan bagian atas dan efek gastrointestinal. Selain itu, paparan kronis polystyrene dapat mempengaruhi system syaraf pusat yang ditunjukkan gejala seperti depresi, sakit kepala, kelelahan, kelemahan dan dapat menyebabkan efek minor pada fungsi ginjal dan darah.
Earth Resource Foundation juga menyebutkan bahwa proses produksi polystyrene menghasilkan limbah padat berbahaya kelima. Pembakaran polystyrene sebaiknya dilarang karena menimbulkan polutan udara pada ozon troposfer. Banyak orang Amerika , khususnya yang tinggal di California dimana terdapat dua cekungan udara terburuk, menderita penyakit pernapasan seperti asma  karena polusi ozon.

The Enviromental Justice Network (EJN) menyatakan pada websitesnya bahwa produsen sudah mengabaikan alternative pilihan  pengganti styrofoam. Hal tersebut dapat dimaklumi karena dalam bisnis pangan selain murah,  styrofoam juga mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Kelebihan lainnya, styrofoam  mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang.  Bentuknya yang ringan menjadikan styrofoam mudah dibawa. Makanan yang disimpan di sana  tetap segar dan utuh.

Berita terakhir yang dirilis Hoka Hoka Bento, mereka akan mengganti kemasan makanannya menjadi kemasan makanan ramah lingkungan. Sayangnya kemasan pengganti tersebut hanya mencampur polystyren dengan zat aditif yang oleh produsennya diberi merek oxium, sehingga dalam waktu 2- 3 tahun kemasan styrofoam itu akan menjadi serpihan akibat suhu, sinar UV dan faktor lain di TPA.
 

Produsen Hoka Hoka Bento rupanya hanya terfokus pada masalah sampah di TPA, tapi melupakan faktor lain yaitu :
  • Apabila polystyren masih digunakan sebagai bahan utama kemasannya, maka resiko makanan terkontaminasi tetap ada (sesuai uraian diatas). Karena  zat campuran zat aditif untuk penghancur plastik hanya berkisar 2-3 %, tergantung kesepakatan produsen dan konsumen yang berimbas pada harga kemasan. 
  • Tidak semua bekas kemasan berakhir ke TPA. Sebagai contoh, dari total volume sampah Kota Bandung sebanyak 7.500 m3 hanya terangkut ke TPA sebanyak 1.500 m3. Karena armada yang dimiliki PD Kebersihan Kota Bandung hanya semampu itu. Apakah kota-kota besar lain di Indonesia mampu mengangkut semua sampah ke TPA? Indikatornya mudah : Apakah sungai yang mengalir di kota tersebut sudah bebas dari sampah ? Apakah sudah tidak ada lagi orang yang membakar sampah di kota tersebut ? Kalau jawabannya : masih ada, berarti kita tidak usah repot bertanya pada Mr Google, karena data yang diberikan PD Kebersihan biasanya tidak akurat. Sisa sampah styrofoam lainnya akan menyumbat sungai, selokan dan mengakibatkan banjir mengingat  styrofoam tidak dapat hancur dialam. Penghancuran styrofoam hanya mengakibatkan serpihan-serpihan kecil tetapi keberadaannya tetap ada.  (Si Styrofoam yang tetap eksis  ^_^).  
  •  Hingga kini belum ada teknologi pendaur ulang Polystyrene menjadi biji Polystyrene. Keberadaannya tidak hanya sulit terdegradasi tapi hanya dapat hancur dengan cara dibakar. Sedangkan pembakaran polystrene berpotensi menyebarkan racun styrene ke mahluk hidup apapun yang menghirupnya.
Jadi gimana dong ? Pingin makan makanan Hok-Ben tanpa meracuni alam dan tubuh sendiri (khususnya tubuh anak-anak kita, hiiiiiiii.......serem !). 

Styrofoam atau polystyrene sebaiknya dihindari. Karena dari 7 klasifikasi  kemasan plastik, ada 3 item yang sebaiknya dihindari, yaitu :  nomor 3 PVC (polyvinyl chloride) , nomor 6 PS (Polystyrene) dan nomor 7 (Other ). Hal tersebut terindikasi dari logonya yang berwarna merah, artinya masih ada 4 pilihan yang bisa diambil sebagai kemasan makanan. Contohnya kemasan makanan dibawah ini :
food grade PP plastic

food grade HDPE plastic


Begitu banyak pilihan plastic selain polystyrene untuk kemasan makanan, misalnya platik nomor 5 :  PP (polypropylene)   yang merupakan pilihan plastik teraman untuk kemasan makanan  atau paling tidak nomor 2 : HDPE (high density polyethylene) ,  karena mempunyai kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik dengan makanan yang dikemas. Memang sih warnanya tidak secantik polystyrene yang seputih salju, tetapi apa artinya cantik kalau ternyata meracuni. Selain itu kita mau beli makanannya atau kemasannya ?

Amerika  Serikat sudah menambah zat aditif pada kemasan PPnya dengan jagung sedangkan Indonesia dengan tapioka (singkong), ini yang paling mungkin karena kemasan  makanan sebaiknya terbuat dari bahan organik. Kalaupun menggunakan bahan anorganik, makanan tersebut dapat dialas daun pisang. Selain mengurangi resiko tercemar zat kimia, penggunaan daun pisang juga akan menumbuhkan semangat pak tani untuk menanam pisang batu/pisang klutuk. Jenis daun pisang klutuk   yang lentur, tidak mudah sobek dan berbau harum memang paling tepat digunakan untuk membungkus nasi timbel atau lemper ayam yang mmmmmmm .....enak banget itu. Harganyapun murah, hanya Rp 500 untuk 2 kompet atau 2 pelepah atau 4 lembar panjang di pasar. Harga di tingkat petani tentunya jauh lebih murah.


Dengan perkiraan omzet Rp 240 juta per hari yang didapat dari 134 outlet, rasanya Hoka Hoka Bento harus mulai mempertimbangkan dampak kesehatan konsumennya. Bukankah konsumen yang sehat berdampak positif bagi kelanggengan usaha Hoka Hoka Bento ?  

Sumber data :
·        http://www.triplepundit.com/2011/03/polystyrene-containers-better-environment-corn-based-alternatives/
·        http://jabar.tribunnews.com/index.php/read/artikel/18989
·        http://koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=78712
·        http://rsud.patikab.go.id/?page=berita&id=37
·       http://www.surabaya-ehealth.org/dkksurabaya/berita/bahaya-kemasan-styrofoam
·       http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/03/08/brk,20050308-44,id.html
·       http://green.kompasiana.com/limbah/2010/09/06/oxobag-kantung-plastik-masa-kini/
·       http://permatadibaliklimbah.blogspot.com/2011/04/waspadai-bahaya-kemasan-plastik.html
·       http://tumbuh.wordpress.com/2007/10/30/daun-pisang-klutuk/

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/25/21024446/Realisasi.Waralaba.Belum.Ada

sumber foto : disini,  disini  dan disana serta disana



   



Wrote by Maria G Soemitro
Kebiasaan mengisi ulang botol minuman kemasan seringkali dilakukan oleh masyarakat. Karena merasa sayang membuang kemasan yang masih bagus, botol minuman kemasan itu dipergunakan berulang-ulang. Padahal, bahaya kesehatan mengintai dari balik kemasan botol plastik air mineral yang diisi berulang-ulang.

Sebelum menggunakan kembali botol dari bekas minuman kemasan tersebut, hendaknya masyarakat mengetahui bahan dasar dari plastik-plastik yang aman untuk dipakai. Caranya dengan dengan melihat simbol atau kode yang biasanya tertera di bawah produk plastik tersebut. Kode dan simbol tersebut sangat penting untuk diketahui karena berkaitan dengan jenis bahan serta cara dampak pemakaiannya.

Produk plastik yang dimaksud bukan hanya botol plastik air mineral yang banyak beredar di pasaran, tetapi juga plastik wadah makan, penutup makanan, hingga botol susu untuk buah hati Anda.

Kode-kode yang menandakan bahan pembuatan plastik kemasan tersebut dikeluarkan olehThe Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standarization).

Secara umum tanda pengenal plastik tersebut berada di dasar atau bagian bawah kemasan, berbentuk segi tiga yang didalamnya tercantum angka yang menunjukkan arti tertentu, serta nama jenis plastik di bawah segitiga.

Tanda pengenal plastik itu dibagi menjadi 7 buah kelompok. Serta 3 tambahan sehingga totalnya ada 10 buah. Tanda-tanda plastik tersebut adalah:

JENIS KE 1:

Tanda ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya sertatulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah segitiga. Biasanya plastik jenis ini dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih/ transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya.  Mayoritas, plastik PET di dunia dipergunakan untuk serat sintetis (sekitar 60 persen), dalam pertekstilan PET biasa disebut dengan polyester (bahan dasar botol kemasan 30 persen).
Yang perlu diperhatikan adalah, botol dengan bahan ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang.

Para pekerja yang berhubungan dengan pengolahan pet maupun produk daur ulangnya juga harus waspada. Sebab, di dalam membuat PET, menggunakan bahan yang disebut denganantimoni trioksida. Dengan menghirup debu yang mengandung senyawa kimia itu, bahan tersebut mudah masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan. Kontaminasi senyawa itu dalam periode yang lama akan mengalami iritasi kulit dan saluran pernafasan.

Bagi pekerja wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran. Apabila pekerja tersebut berhasil mempertahankan kehamilannya dan melahirkan, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.

JENIS KE 2:

Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga.

HDPE biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.

HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan HANYA UNTUK SEKALI PEMAKAIAN, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.


JENIS KE 3:

Ini adalah jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Pada kemasan yang mengandung plastik jenis ini tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V. V itu berarti PVC (polyvinyl chloride).

Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap) dan beberapa botol minuman kemasan. Plastik ini berbahaya untuk kesehatan karena, PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC, saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut. Karena DEHA bisa lumer pada suhu 15 derajat celsius. Reaksi yg terjadi antara PVC dengan makanan yg dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan penurunan berat badan.

Sebisa mungkin kita MENGHINDARI PEMAKAIAN PLASTIK JENIS INI. Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami, misalnya seperti daun pisang atau daun jati.


JENIS KE 4:

Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE. LDPE(low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.
Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60 derajat celsius sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.

Plastik ini sulit dihancurkan tapi dapat didaur ulang. Bahan ini BAIK UNTUK TEMPAT MAKANAN karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.


JENIS KE 5:
Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap.
Jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.
Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman. Sebab, PRODUK INI AMAN.


JENIS KE 6:

Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS. PS (polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman secara tidak sengaja.

PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahanstyrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan,styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.

Bahan ini HARUS DIHINDARI, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Jika harus didaur ulang, PS memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.

Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara ini sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning jingga, dan meninggalkan jelaga.


JENIS KE 7:
Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER. Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 jenis, yaitu PC - polycarbonate, SAN - styrene acrylonitrile, ABS - acrylonitrile butadiene styrene, dan Nylon.

OTHER dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.

Plastik jenis ini dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak Batita dan Balita  (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.

PC, TIDAK DIANJURKAN UNTUK DIPERGUNAKAN untuk tempat makanan ataupun minuman. Sebab, dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas.

Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.

Sedangkan SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman. Sebab, kedua bahan ini memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan.

Biasanya SAN terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan.

CATATAN 
Beberapa hal perlu digaris bawahi saat akan menggunakan produk plastik.

  1. Harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya kode 1, 3, 6, dan 7 (PC), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Gunakan hanya sekali pakai!
  2. Akan aman bila menggunakan plastik dengan kode 4, 5, dan 7 (SAN atau ABS)
  3. Waspadai kontaminasi zat warna plastik dalam makanan.
Biasanya kita seringkali membungkus makanan yang masih panas dengan kantong plastik berwarna hitam. Ternyata zat pewarna hitam ini kalau terkena panas, bisa terurai, terdegradasi menjadi bentuk zat radikal beracun yang berbahaya bagi kesehatan. Bahan ini karsinogenik dan dapat menyebabkan sel tubuh berkembang tidak terkontrol layaknya penyakit kanker.

  1. Bagi para orang tua yang membutuhkan botol susu untuk anak mereka hendaknya memilih botol susu bayi berbahan kaca, atau plastik jenis 4 atau 5. Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, atau plastik jenis 4 atau 5. Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan latex.
Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan jenis 7 PC (polycarbonate). Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.

  1. Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum. Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2), tidak dapat dicegah, gunakanlah hanya sekali pakai dan segera dihabiskan. Gantilah dengan botol stainless steel atau gelas/kaca.
  2. Cegahlah memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya pada microwave oven. Bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun pisang atau kertas sebelum dibungkus dengan plastik pembungkus ketika akan dipanaskan di microwave oven.
  3. Cegah menggunakan kemasan plastik untuk mengemas makanan berminyak atau berlemak. Cobalah untuk mulai menggunakan kemasan berbahan kain untuk membawa sayuran, makanan, ataupun belanjaan.
  4. Cegah penggunaan piring dan alat makan plastik untuk masakan. Gunakanlah alat makan berbahan stainless steel, kaca, keramik, dan kayu.
SERBA - SERBI PLASTIK

• Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol
minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex
(pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu, kita hampir
dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A.

• Bisphenol A adalah perusak hormone. Berbagai penelitian telah menghubungkan Bisphenol-A
dengan dosis rendah dengan beberapa dampak terhadap kesehatan, seperti perubahan
permanen pada organ kemaluan, meningkatkan kadar prostat, penurunan kandungan hormon
testoteron, memungkinkan terjadinya kanker payudara, sel prostat menjadi lebih sensitif

terhadap hormon dan kanker, dan membuat seseorang menjadi hiperaktif.

• Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri
makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol
air mineral, dan botol bayi. University of Missouri telah melakukan tes laboratorium mengenai
penggunaan Bisphenol-A pada botol susu bayi dan menemukan bahwa Bisphenol-A pada
produk botol susu bayi plastik dari 5 merek terkemuka di Amerika, sangat berpotensi untuk ikut
larut dalam cairan. Menurut laporan ini, kelima merk botol susu bayi yang masih dipersoalkan
adalah Avent, Dr. Brown's, Evenflo, Gerber dan Playtex.

• Plastik sendiri dikonsumsi sekitar 100 juta ton/tahun di seluruh dunia. Satu tes membuktikan
95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.

• Plastik dibagikan menjadi dua macam berdasarkan sifatnya bila dipanaskan, yaitu tipe cokelat
(nama ilmiahnya : thermoplastic) dan tipe biskuit (nama ilmiahnya : thermosetting). Maksud
dari tipe cokelat adalah plastik yang melunak bila dipanaskan, sedangkan tipe biskuit adalah
plastik yang apabila telah mengeras akan tetap keras walaupun terus dipanaskan. Plastik yang
berbahan baku minyak termasuk dalam golongan plastik tipe cokelat.

Bagaimana Dampak Penggunaan Plastik terhadap Kesehatan?

• Kebanyakan plastik seperti PVC, agar tidak bersifat kaku dan rapuh ditambahkan dengan
suatu bahan pelembut (plasticizers). Beberapa contoh pelembut adalah epoxidized soybean oil(ESBO), di(2-ethylhexyl)adipate (DEHA), dan bifenil poliklorin (PCB) yang digunakan dalam
industri pengepakan dan pemrosesan makanan.

· Bahan pelembut seperti PCB sekarang sudah dilarang pemakaiannya karena dapat

menimbulkan kematian jaringan dan kanker pada manusia (karsinogenik). Tanda dan gejala
dari keracunan ini berupa pigmentasi pada kulit dan benjolan-benjolan, gangguan pada perut,
serta tangan dan kaki lemas. Sedangkan pada wanita hamil, mengakibatkan kematian bayi

dalam kandungan serta bayi lahir cacat.

• Bahan pelembut lain yang dapat menimbulkan masalah adalah DEHA. DEHA mempunyai
aktivitas mirip dengan hormon estrogen (hormon kewanitaan pada manusia). Berdasarkan
hasil uji pada hewan, DEHA dapat merusakkan sistem peranakan dan menghasilkan janin
yang cacat, selain mengakibatkan kanker hati. Untuk menghindari bahaya yang mungkin

terjadi jika setiap hari kita terkontaminasi oleh DEHA, maka sebaiknya kita mencari alternatif
pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang
terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).

• Bahaya lain yang dapat mengancam kesehatan kita adalah jika kita membakar bahan yang
terbuat dari plastik. Pembakaran plastik ini dapat mendatangkan masalah tersendiri bagi kita.
Plastik yang dibakar akan mengeluarkan asap toksik yang apabila dihirup dapat menyebabkan
sperma menjadi tidak subur dan terjadi gangguan kesuburan. Pembakaran PVC akan

mengeluarkan DEHA yang dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen manusia.
Selain itu juga dapat mengakibatkan kerusakan kromosom dan menyebabkan bayi-bayi lahir
dalam kondisi cacat.

• Bahan pelembut ESBO (epoxidized soybean oil) juga biasa digunakan sebagai insektisida.
Sejauh ini, bahaya bahan pelembut ini bagi kesehatan manusia belum ada/dalam penelitian.
Sedangkan bagi lingkungan, ESBO mampu membunuh zooplankton, dan hal ini berakibat
pada terganggunya rantai makanan hewan-hewan laut. Hal tersebut pun akan berdampak

pada terganggunya sumber protein, khususnya ikan, bagi manusia.(cie/dari berbagai sumber)

Sumber :
http://www.surabaya-ehealth.org/dkksurabaya/berita/waspada-bahaya-kemasan-botol-plastik

Wrote by Maria G Soemitro


reusable bag, hasil karya pak Asep


Ketika berbelanja di pasar tradisional, pernah melihat seorang ibu yang menggunakan ulang kantung plastiknya ?
Pernah memperhatikan bahwa kantung plastik yang diberikan supermarket dan minimarket sekarang berlabelkan oxobag/oxium atau oxodegradable atau ada juga biodegradable bag  ?

Apabila kebetulan kantung plastik yang digunakan si ibu ternyata berjenis oxobag atau biodegradable bag, tetapi berlabel supermarket ternama mungkin tindakan si ibu akan mendapat tanggapan  beragam.


 "Sok banget sih, kantung plastik kan dikasi gratis, apa pingin yang berlabelkan supermarket ?

"Ah, si ibu itu pingin gaya aja, kelihatan pulang belanja dari supermarket padahal dari pasar tradisional."

Tanggapan yang cukup sadis, karena :
1. Minimarket kini mudah ditemui di jalan kecil nan becek sekalipun dengan harga beberapa produk lebih murah dibanding pasar tradisional menjadikan supermarket /minimarket bukan lagi tempat yang “wah” dan prestisius.
2. Kantung plastik yang disediakan umumnya mempunyai waktu urai pendek (2 tahun untuk oxobag dan 10 minggu biodegradable bag)  karenanya si ibu pembawa kresek  pastinya sudah menghitung dengan cermat, karena percuma juga kalau oxobag diperlakukan sekali pakai.
3. Bukan sesuatu yang mudah untuk bertindak berbeda walau benar, saya sering mendapat kernyitan dahi ketika mengeluarkan plastik bekas belanja telur, sehingga tidak usah mengambil plastik telur yang baru. Mungkin pembeli lain berpikir “Mahluk aneh apakah ini, pelit bener ? Plastik aja kok itungan !”

Tetapi komentar lebih banyak terlontar ketika saya mengeluarkan reusable bag atau tas pakai ulang yang terlipat kecil berbentuk dompet.
“Wah, ibu Global Warming ya ?”
Gantian saya yang mengernyit, emang apa artinya Global Warming ? Terlalu mengawang kontribusi terhadap Global Warming melalui tindakan sepele seperti membawa tas pakai ulang. Karenanya saya hanya menjawab :
“Ah nggak, Cuma pingin ngurangin kresek Bandung. Saya kan nggak pingin ada Bandung Lautan Sampah jilid 2”.
“Iya ya bu, sekarang aja disetiap pojok Bandung ada sampah, apalagi kalau TPA Sarimukti tutup tahun 2011."

Nah lo, setiap warga Bandung rupanya mafhum bahwa tahun 2011, Bandung akan terkena lampu merah sampah. Tetapi tidak semua warga menyadari bahwa kantung plastik (kresek) menjadi sarana penyebab bom sampah karena sampah organik yang terbungkus kantung plastik akan sulit membusuk bahkan mengeluarkan gas beracun. Berbeda halnya apabila warga mau membuang sampah organik ke lubang biopori atau mengkomposnya. Sedangkan si kresek silakan dipakai berulang ulang hingga sobek.

Sayangnya kresek yang dipakai berulang-ulang mudah sobek dan tampang kresek yang lecek membuat si pembawa kresek merasa jatuh merk dan nggak pede.
Solusinya adalah membawa tas pakai ulang (reusable bag). Banyak toserba memberikan tas pakai ulang gratis untuk sejumlah pembelian tertentu. Tas pakai ulang juga sering dibagikan di seminar dan workshop. Bahkan banyak supermarket mengiming-imingi tas pakai ulang berharga murah untuk sejumlah pembelian tertentu, biasanya dijual didekat kasir. Beberapa supermarket yang menjual tas pakai ulang adalah Superindo, Yogya dan Carrefour. 


Sayang si pembeli umumnya lupa membawa tas pakai ulangnya ketika berbelanja kembali ke supermarket. Mungkin karena berukuran besar dan tidak praktis. Sehingga pembeli yang lupa membawa dan pembeli yang hanya membeli beberapa jenis barang kembali kekebiasaan lama yaitu berbelanja dengan kantung plastic (kresek).
tas pakai ulang (doc.greeneration indonesia)
tas pakai ulang (doc.Greeneration Indonesia)
Beberapa alumni ITB yang tergabung dalam Greeneration Indonesia menjawab permasalahan ini dengan meluncurkan tas lipat berbentuk dompet. Tas ini ketika dibuka retsletingnya akan membentuk ukuran S,M,L atau XL sesuai kebutuhan kita. Bentuknya ? Mirip seperti tas kresek biasa, tapikeren abis karena mempunyai beraneka warna dengan motif batik atau polos. Sedangkan yang terbaru tas batik cangklongan yang membuat penggunanya pede abis !

Kebetulan saya punya beberapa buah. Ada tas untuk barang belanjaan basah (sayur, daging, tahu), tas belanjaan kering dan satu lagi khusus untuk telur karena di supermarketpun kresek telur biasanya dipisah. Sehingga memudahkan si ibu memperlakukan tas telur tersebut. Apa kelebihan tas lipat ini ? Sesuai dengan kebiasaan ibu rumah tangga yang langsung membereskan belanjaan. Sesudah kosong, tas belanjaan kering langsung dilipat dan masuk ke tas tangan lagi sedangkan tas yang basah dicuci untuk digunakan pada saat belanja berikutnya.

Sebetulnya tas lipat ini bukan penemuan baru. Saya ingat eyang buyut saya dulu selalu membawa tas semacam ini. Bahkan kita bisa membuatnya dari kain perca yang dibuang oleh penjahit pakaian.Banyak yang tidak mengetahui bahwa penjahit pakaian berkontribusi menambah sampah dengan membuang sampah kain perca berkarung-karung banyaknya ke TPA

Seorang difabel bernama pak Asep yang selama ini bergabung dengan Yayasan Kasa Indonesia memproduksi reusable bag dari kain-kain perca tersebut.
pak Asep di pameran Envirovolution ITB (doc. Maria Hardayanto)
pak Asep di pameran Envirovolution ITB (doc. Maria Hardayanto)
Produk-produknya  pernah dipamerkan di pameran Envirovolution ITB 2010, sayang hasil penjualan reusable bag dari kain perca pak Asep belum cukup memuaskan.

Selain itu reusable bag juga bisa terbuat dari kemasan plastik bekas detergen, kopi, pewangi atau pembersih lantai

Karena bekas kemasan plastik tersebut tidak "dilirik" oleh pemulung sekalipun, berhubung harganya yang murah. Bahkan kemasan plastik berlapis alumunium sama sekali tidak bisa di daur ulang lagi.

reusable bag hasil karya pak Asep

reusable bag terbuat dari bekas pasta gigi


reusable bag dari kemasan plastik bekas



reusable bag "jadul"




Tetap menerima kantung plastik yang berarti mendzalimi bumi , atau mengurangi penggunaannya bahkan mengganti dengan reusable bag adalah pilihan individu.
Pilihan itu bisa menjadi lifestyle yang berpotensi mengubah dunia. Apakah dunia dengan lingkungan hidup yang asri dan berkelanjutan. Ataukah dunia dengan bumi yang tertutup sampah.
Pilihan yang sebetulnya mudah selama kita berniat karena lingkungan hidup ini bukan warisan untuk kita melainkan titipan bagi anak cucu.
Setuju ?

Maria G. Soemitro
Wrote by Maria G Soemitro
reusable bag dok. Greeneration Indonesia



Ketika berbelanja di pasar tradisional, pernah melihat seorang ibu yang mengeluarkan kantung plastik (kresek/kantung asoy) untuk digunakan ulang ?
Pernah mendengar tanggapan orang yang melihat sikap dan perilaku yang "berbeda" tersebut ?
Bagaimana apabila  kantung palstik yang dikeluarkannya kebetulan menunjukkan supermarket dan minimarket yang memberi gratis kantung plastik tersebut ?
Ternyata tanggapannya beragam. Ada yang memuji kepedulian ibu tersebut karena plastik baru dapat terurai dialam beratus tahun lamanya, walau beberapa supermarket sudah menggunakan kantung plastik yang dapat terurai dalam waktu 2 tahun berlabel
(oxobag, oxium, oxodegradable)dan atau biodegradable bag yang dapat terdegradasi dalam kurun waktu 10 minggu.
Tetapi ternyata ada yang menanggapi : "Ah, si ibu itu kan pingin kelihatan berbelanja di supermarket padahal "cuma" di pasar tradisional.

Tanggapan yang cukup sadis, karena :
1. Minimarket kini mudah ditemui di jalan kecil nan becek sekalipun dengan harga beberapa produk lebih murah dibanding pasar tradisional menjadikan supermarket /minimarket bukan lagi tempat yang “wah” dan prestisius.
2. Kantung plastik yang disediakan umumnya relatif mudah terurai, karenanya si ibu pengguna ulang kantung plastik pastinya sudah menghitung dengan cermat, karena percuma juga kalau oxobag diperlakukan sekali pakai.
3. Bukan sesuatu yang mudah untuk bertindak berbeda walau benar, sering saya  mendapat kernyitan dahi ketika mengeluarkan plastik bekas belanja telur, sehingga tidak usah mengambil plastik telur yang baru. Mungkin pembeli lain berpikir “Mahluk aneh apakah ini, pelit bener ? Plastik aja kok itungan !”
Tetapi komentar lebih banyak terlontar ketika saya mengeluarkan reusable bag atau tas pakai ulang yang terlipat kecil berbentuk dompet.
“Wah, ibu Global Warming ya ?”
Gantian saya yang mengernyit, emang apa artinya Global Warming ? Terlalu mengawang kontribusi terhadap Global Warming melalui tindakan sepele seperti membawa tas pakai ulang. Karenanya saya hanya menjawab :
“Ah nggak, Cuma pingin ngurangin kresek Bandung. Saya kan nggak pingin ada Bandung Lautan Sampah jilid 2”.
“Iya ya bu, sekarang aja disetiap pojok Bandung ada sampah, apalagi kalau TPA Sarimukti tutup tahun 2011."
Nah lo, setiap warga Bandung rupanya mafhum bahwa tahun 2011, Bandung akan terkena lampu merah sampah. Tetapi tidak semua warga menyadari bahwa kantung plastik (kresek) menjadi sarana penyebab bom sampah karena sampah organik yang terbungkus kantung plastik akan sulit membusuk bahkan mengeluarkan gas beracun. Berbeda halnya apabila warga mau membuang sampah organik ke lubang biopori atau mengkomposnya. Sedangkan si kresek silakan dipakai berulang ulang hingga sobek.
Sayangnya kresek yang dipakai berulang-ulang mudah sobek dan tampang kresek yang lecek membuat si pembawa kresek merasa jatuh merk dan nggak pede.
Solusinya adalah membawa tas pakai ulang (reusable bag). Banyak toserba memberikan tas pakai ulang gratis untuk sejumlah pembelian tertentu. Tas pakai ulang juga sering dibagikan di seminar dan workshop. Bahkan banyak supermarket mengiming-imingi tas pakai ulang berharga murah untuk sejumlah pembelian tertentu, biasanya dijual didekat kasir. Beberapa supermarket yang menjual tas pakai ulang adalah Superindo, Yogya dan Carrefour. Sayang si pembeli umumnya lupa membawa tas pakai ulangnya ketika berbelanja kembali ke supermarket. Mungkin karena berukuran besar dan tidak praktis. Sehingga pembeli yang lupa membawa dan pembeli yang hanya membeli beberapa jenis barang kembali kekebiasaan lama yaitu berbelanja dengan kantung plastic (kresek).
tas pakai ulang (doc.greeneration indonesia)
tas pakai ulang (doc.Greeneration Indonesia)
Beberapa alumni ITB yang tergabung dalam Greeneration Indonesia menjawab permasalahan ini dengan meluncurkan tas lipat berbentuk dompet. Tas ini ketika dibuka retsletingnya akan membentuk ukuran S,M,L atau XL sesuai kebutuhan kita. Bentuknya ? Mirip seperti tas kresek biasa, tapi keren abis karena mempunyai beraneka warna dengan motif batik atau polos. 
Kebetulan saya punya beberapa buah. Ada tas untuk barang belanjaan basah (sayur, daging, tahu), tas belanjaan kering dan satu lagi khusus untuk telur karena di supermarketpun kresek telur biasanya dipisah. Sehingga memudahkan si ibu memperlakukan tas telur tersebut. Apa kelebihan tas lipat ini ? Sesuai dengan kebiasaan ibu rumah tangga yang langsung membereskan belanjaan. Sesudah kosong, tas belanjaan kering langsung dilipat dan masuk ke tas tangan lagi sedangkan tas yang basah dicuci untuk digunakan pada saat belanja berikutnya.



Selain itu sebetulnya kita juga bisa membuat dari kain perca sehingga kita menyelamatkan sisa-sisa potongan penjahit pakaian yang selama ini dibuang berkarung-karung banyaknya ke TPA.
tas kain perca hasil karya pak Asep
Salah seorang pengrajin kain perca itu bernama pak Asep. Dia seorang difabel yang dalam keterbatasannya ikut membantu mendaur ulang dengan caranya.

pak Asep di pameran Envirovolution ITB (doc. Maria Hardayanto)
pak Asep di pameran Envirovolution ITB (doc. Maria G. Soemitro)
Ada lagi tas terbuat dari bekas kemasan plastik yang sangat tepat digunakan untuk berbelanja lagi. Karena bekas kemasan plastik detergen, kopi, pewangi atau pembersih lantai tersebut umumnya tidak dilirik pemulung sekalipun. Sehingga sering dibuang bercampur dengan sampah organik mengakibatkan bau menyengat. Sampah organik yang terperangkap dalam plastik dan atau kemasan plastik sulit terurai di alam. 
tas kain perca hasil karya pak Asep 
reusable bag tempo doeloe
reusable bag dari bekas pasta gigi


reusable bag berbahan baku kemasan plastik






Begitu banyak pilihan tas pengganti kantung plastik, banyak yang trendy, yang jadul bahkan apabila mau kreatif kita bisa membuat sendiri reusable bag.
Lifestyle adalah pilihan hidup, pilihan hidup untuk melestarikan lingkungannya atau malah membiarkan lingkungan hidupnya merana karena tertimbun sampah. Sampah yang entah hingga kapan baru akan terdegradasi.
Wrote by Maria G Soemitro
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT AUTHOR



Haloooo, saya Maria G Soemitro, seorang ambu (ibu = Bahasa Sunda) dengan 4 orang anak.
Blog ini didedikasikan khusus untuk berbagi perihal sampah. Mengenai saya selengkapnya ada disini Saya bisa dihubungi di ambu_langit@yahoo.com




LATEST POSTS

  • Pengepul Ramah di Cigadung Bandung
      Dua Saudara, Pengepul di jalan Cigadung Bandung (dok. Maria G. Soemitro) Dari semua responden , mungkin baru kali ini saya ...
  • Ceu Eutik, Berkreasi Sambil Ngemong Cucu
      kerajinan limbah kopi Salah seorang nenek yang rajin menganyam limbah sachet kopi adalah ibu Atikah atau lebih sering dipan...
  • Rumah Kompos Di Antapani
    Rumah Kompos Bina Usaha Sejahtera (dok Maria G. Soemitro) Tulisan ini merupakan sequel dari dari : “Sekali Tepuk Dua Tempat” ...
  • Yuk Bikin Bank Sampah di Lingkunganmu
    “Duh, ibu rajin sekali angkat-angkat sampah” Kalimat satire tersebut akrab didengar pengurus Bank Sampah. Maksudnya, ih ibu kok mau si...
  • Stop Tayangan OVJ, atau Ganti Property !
    Anak anak tertawa Ibu ibu tertawa Para bapak juga tertawa Gara gara aksi Sule, Azis, Nunung, Andre dan Parto Bercanda...
  • Membedah Kasus Bank Sampah
    Wuaduh, judulnya serem ya? Ada alasan kuat mengapa saya memilih judul ini. Selama melaksanakan survey bebassampahID ada suara...
  • Lahan Terbatas? Bikin Kotak Takakura Yuk .....
    Setiap orang/keluarga yang mengompos sampah organiknya pasti melaksanakan pemisahan sampah di rumahnya. Karena kepedulian memisah sampah...
  • 5 Langkah Atasi Sampah Plastik untuk Bumi yang Berkelanjutan
           5 Langkah Atasi Sampah Plastik untuk Bumi yang Berkelanjutan “Say no to Plastics” Demikian bunyi  banner yang kerap bersliweran di ha...
  • Belajar Dari Pak Herry, Newbie di Persampahan
      lapak pak Herry Manisnya   bisnis persampahan nampaknya menarik minat pak Herry 3 tahun silam. Sebagai newbie, dia tak segan-...
  • Peran Atep Service untuk Konvensi Basel
    “Bu, kumaha damang?”   Kaget juga saya disapa pemilik Atep Service. Setelah mengobrol ngalor ngidul, barulah teringat bahwa sek...

Advertisement

Diberdayakan oleh Blogger.
Foto saya
Maria G Soemitro
Lihat profil lengkapku

Waspada, Gagal Paham Ecobrick!

   sumber: azocleantech.com   Waspada, Gagal Paham Ecobrick! Andai ada kasus: Masyarakat di suatu kawasan kelaparan. Namun alih-alih mengiri...

Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Arsip Blog

  • ▼  2023 (1)
    • ▼  Februari (1)
      • ▼  Feb 22 (1)
        • Waspada, Gagal Paham Ecobrick!
  • ►  2022 (1)
    • ►  November (1)
      • ►  Nov 28 (1)
  • ►  2019 (2)
    • ►  Maret (1)
      • ►  Mar 28 (1)
    • ►  Januari (1)
      • ►  Jan 10 (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  April (2)
      • ►  Apr 18 (1)
      • ►  Apr 09 (1)
  • ►  2017 (7)
    • ►  November (2)
      • ►  Nov 23 (1)
      • ►  Nov 17 (1)
    • ►  September (1)
      • ►  Sep 19 (1)
    • ►  Mei (3)
      • ►  Mei 20 (1)
      • ►  Mei 11 (2)
    • ►  Maret (1)
      • ►  Mar 21 (1)
  • ►  2016 (6)
    • ►  Oktober (4)
      • ►  Okt 09 (4)
    • ►  Januari (2)
      • ►  Jan 25 (2)
  • ►  2015 (61)
    • ►  Oktober (1)
      • ►  Okt 14 (1)
    • ►  September (1)
      • ►  Sep 11 (1)
    • ►  Agustus (8)
      • ►  Agu 18 (1)
      • ►  Agu 11 (2)
      • ►  Agu 09 (2)
      • ►  Agu 02 (1)
      • ►  Agu 01 (2)
    • ►  Juli (16)
      • ►  Jul 31 (1)
      • ►  Jul 28 (1)
      • ►  Jul 25 (1)
      • ►  Jul 19 (3)
      • ►  Jul 18 (2)
      • ►  Jul 15 (2)
      • ►  Jul 13 (2)
      • ►  Jul 07 (3)
      • ►  Jul 05 (1)
    • ►  Juni (16)
      • ►  Jun 30 (2)
      • ►  Jun 29 (2)
      • ►  Jun 28 (2)
      • ►  Jun 25 (2)
      • ►  Jun 24 (2)
      • ►  Jun 11 (1)
      • ►  Jun 10 (1)
      • ►  Jun 09 (1)
      • ►  Jun 06 (1)
      • ►  Jun 04 (1)
      • ►  Jun 03 (1)
    • ►  Mei (5)
      • ►  Mei 14 (2)
      • ►  Mei 03 (2)
      • ►  Mei 01 (1)
    • ►  April (1)
      • ►  Apr 24 (1)
    • ►  Maret (1)
      • ►  Mar 21 (1)
    • ►  Februari (12)
      • ►  Feb 22 (1)
      • ►  Feb 21 (1)
      • ►  Feb 16 (2)
      • ►  Feb 11 (2)
      • ►  Feb 10 (1)
      • ►  Feb 09 (1)
      • ►  Feb 06 (1)
      • ►  Feb 04 (1)
      • ►  Feb 03 (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  Oktober (1)
      • ►  Okt 21 (1)
    • ►  September (1)
      • ►  Sep 11 (1)
  • ►  2012 (20)
    • ►  Desember (2)
      • ►  Des 29 (2)
    • ►  Oktober (1)
      • ►  Okt 27 (1)
    • ►  September (5)
      • ►  Sep 21 (1)
      • ►  Sep 20 (3)
      • ►  Sep 07 (1)
    • ►  Agustus (2)
      • ►  Agu 01 (2)
    • ►  Juli (1)
      • ►  Jul 29 (1)
    • ►  Juni (1)
      • ►  Jun 25 (1)
    • ►  Mei (2)
      • ►  Mei 18 (1)
      • ►  Mei 17 (1)
    • ►  Maret (4)
      • ►  Mar 19 (2)
      • ►  Mar 17 (1)
      • ►  Mar 01 (1)
    • ►  Februari (2)
      • ►  Feb 29 (1)
      • ►  Feb 14 (1)
  • ►  2011 (15)
    • ►  Oktober (2)
      • ►  Okt 13 (2)
    • ►  Agustus (2)
      • ►  Agu 04 (2)
    • ►  Juli (2)
      • ►  Jul 28 (1)
      • ►  Jul 09 (1)
    • ►  Mei (1)
      • ►  Mei 31 (1)
    • ►  April (5)
      • ►  Apr 10 (1)
      • ►  Apr 07 (2)
      • ►  Apr 05 (1)
      • ►  Apr 03 (1)
    • ►  Februari (2)
      • ►  Feb 16 (2)
    • ►  Januari (1)
      • ►  Jan 21 (1)
  • ►  2010 (6)
    • ►  November (3)
      • ►  Nov 29 (3)
    • ►  Maret (1)
      • ►  Mar 12 (1)
    • ►  Februari (1)
      • ►  Feb 26 (1)
    • ►  Januari (1)
      • ►  Jan 05 (1)
  • ►  2009 (4)
    • ►  Desember (3)
      • ►  Des 23 (2)
      • ►  Des 04 (1)
    • ►  November (1)
      • ►  Nov 16 (1)

Label

3 R adipura B3 BandungJuaraBebasSampah bank sampah barang bekas BebasSampahId biodigester biogas debat ilmuwan ecobrick energi Environmental Sustainability Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik industri kreatif Iriana Jokowi kantong plastik kantung plastik keresek KESEJAHTERAAN lifestyle MASA DEPAN CERAH pengepul pengomposan PERENCANAAN KEUANGAN pernak pernik photography pilah sampah ramah lingkungan regulasi reparasi Reverse Vending Machine Ridwan Kamil sampah anorganik sampah organik solusi limbah sosok styrofoam SUN LIFE zero waste

Translate

Laman

  • Halaman Muka
  • green planet
  • Kaisa Indonesia

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Copyright © 2016 Bandung Zero Waste. Designed by OddThemes & Blogger Templates