• Home
  • Download
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Social
    • Facebook
    • Twitter
    • Googleplus
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Entertainment
  • Travel
  • Contact Us

About Me



Haloooo, saya Maria G Soemitro, seorang ambu (ibu = Bahasa Sunda) dengan 4 orang anak.
Blog ini didedikasikan khusus untuk berbagi perihal sampah. Mengenai saya selengkapnya ada disini Saya bisa dihubungi di ambu_langit@yahoo.com




Bandung Zero Waste

Gaya Hidup Nol Sampah untuk Wujudkan Indonesia Bebas Sampah

Kebiasaan mengisi ulang botol minuman kemasan seringkali dilakukan oleh masyarakat. Karena merasa sayang membuang kemasan yang masih bagus, botol minuman kemasan itu dipergunakan berulang-ulang. Padahal, bahaya kesehatan mengintai dari balik kemasan botol plastik air mineral yang diisi berulang-ulang.

Sebelum menggunakan kembali botol dari bekas minuman kemasan tersebut, hendaknya masyarakat mengetahui bahan dasar dari plastik-plastik yang aman untuk dipakai. Caranya dengan dengan melihat simbol atau kode yang biasanya tertera di bawah produk plastik tersebut. Kode dan simbol tersebut sangat penting untuk diketahui karena berkaitan dengan jenis bahan serta cara dampak pemakaiannya.

Produk plastik yang dimaksud bukan hanya botol plastik air mineral yang banyak beredar di pasaran, tetapi juga plastik wadah makan, penutup makanan, hingga botol susu untuk buah hati Anda.

Kode-kode yang menandakan bahan pembuatan plastik kemasan tersebut dikeluarkan olehThe Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standarization).

Secara umum tanda pengenal plastik tersebut berada di dasar atau bagian bawah kemasan, berbentuk segi tiga yang didalamnya tercantum angka yang menunjukkan arti tertentu, serta nama jenis plastik di bawah segitiga.

Tanda pengenal plastik itu dibagi menjadi 7 buah kelompok. Serta 3 tambahan sehingga totalnya ada 10 buah. Tanda-tanda plastik tersebut adalah:

JENIS KE 1:

Tanda ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya sertatulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah segitiga. Biasanya plastik jenis ini dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih/ transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya.  Mayoritas, plastik PET di dunia dipergunakan untuk serat sintetis (sekitar 60 persen), dalam pertekstilan PET biasa disebut dengan polyester (bahan dasar botol kemasan 30 persen).
Yang perlu diperhatikan adalah, botol dengan bahan ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang.

Para pekerja yang berhubungan dengan pengolahan pet maupun produk daur ulangnya juga harus waspada. Sebab, di dalam membuat PET, menggunakan bahan yang disebut denganantimoni trioksida. Dengan menghirup debu yang mengandung senyawa kimia itu, bahan tersebut mudah masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan. Kontaminasi senyawa itu dalam periode yang lama akan mengalami iritasi kulit dan saluran pernafasan.

Bagi pekerja wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran. Apabila pekerja tersebut berhasil mempertahankan kehamilannya dan melahirkan, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.

JENIS KE 2:

Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga.

HDPE biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.

HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan HANYA UNTUK SEKALI PEMAKAIAN, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.


JENIS KE 3:

Ini adalah jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Pada kemasan yang mengandung plastik jenis ini tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V. V itu berarti PVC (polyvinyl chloride).

Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap) dan beberapa botol minuman kemasan. Plastik ini berbahaya untuk kesehatan karena, PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC, saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut. Karena DEHA bisa lumer pada suhu 15 derajat celsius. Reaksi yg terjadi antara PVC dengan makanan yg dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan penurunan berat badan.

Sebisa mungkin kita MENGHINDARI PEMAKAIAN PLASTIK JENIS INI. Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami, misalnya seperti daun pisang atau daun jati.


JENIS KE 4:

Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE. LDPE(low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.
Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60 derajat celsius sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.

Plastik ini sulit dihancurkan tapi dapat didaur ulang. Bahan ini BAIK UNTUK TEMPAT MAKANAN karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.


JENIS KE 5:
Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap.
Jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.
Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman. Sebab, PRODUK INI AMAN.


JENIS KE 6:

Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS. PS (polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman secara tidak sengaja.

PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahanstyrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan,styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.

Bahan ini HARUS DIHINDARI, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Jika harus didaur ulang, PS memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.

Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara ini sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning jingga, dan meninggalkan jelaga.


JENIS KE 7:
Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER. Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 jenis, yaitu PC - polycarbonate, SAN - styrene acrylonitrile, ABS - acrylonitrile butadiene styrene, dan Nylon.

OTHER dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.

Plastik jenis ini dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak Batita dan Balita  (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.

PC, TIDAK DIANJURKAN UNTUK DIPERGUNAKAN untuk tempat makanan ataupun minuman. Sebab, dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas.

Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.

Sedangkan SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman. Sebab, kedua bahan ini memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan.

Biasanya SAN terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan.

CATATAN 
Beberapa hal perlu digaris bawahi saat akan menggunakan produk plastik.

  1. Harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya kode 1, 3, 6, dan 7 (PC), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Gunakan hanya sekali pakai!
  2. Akan aman bila menggunakan plastik dengan kode 4, 5, dan 7 (SAN atau ABS)
  3. Waspadai kontaminasi zat warna plastik dalam makanan.
Biasanya kita seringkali membungkus makanan yang masih panas dengan kantong plastik berwarna hitam. Ternyata zat pewarna hitam ini kalau terkena panas, bisa terurai, terdegradasi menjadi bentuk zat radikal beracun yang berbahaya bagi kesehatan. Bahan ini karsinogenik dan dapat menyebabkan sel tubuh berkembang tidak terkontrol layaknya penyakit kanker.

  1. Bagi para orang tua yang membutuhkan botol susu untuk anak mereka hendaknya memilih botol susu bayi berbahan kaca, atau plastik jenis 4 atau 5. Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, atau plastik jenis 4 atau 5. Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan latex.
Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan jenis 7 PC (polycarbonate). Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.

  1. Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum. Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2), tidak dapat dicegah, gunakanlah hanya sekali pakai dan segera dihabiskan. Gantilah dengan botol stainless steel atau gelas/kaca.
  2. Cegahlah memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya pada microwave oven. Bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun pisang atau kertas sebelum dibungkus dengan plastik pembungkus ketika akan dipanaskan di microwave oven.
  3. Cegah menggunakan kemasan plastik untuk mengemas makanan berminyak atau berlemak. Cobalah untuk mulai menggunakan kemasan berbahan kain untuk membawa sayuran, makanan, ataupun belanjaan.
  4. Cegah penggunaan piring dan alat makan plastik untuk masakan. Gunakanlah alat makan berbahan stainless steel, kaca, keramik, dan kayu.
SERBA - SERBI PLASTIK

• Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol
minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex
(pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu, kita hampir
dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A.

• Bisphenol A adalah perusak hormone. Berbagai penelitian telah menghubungkan Bisphenol-A
dengan dosis rendah dengan beberapa dampak terhadap kesehatan, seperti perubahan
permanen pada organ kemaluan, meningkatkan kadar prostat, penurunan kandungan hormon
testoteron, memungkinkan terjadinya kanker payudara, sel prostat menjadi lebih sensitif

terhadap hormon dan kanker, dan membuat seseorang menjadi hiperaktif.

• Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri
makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol
air mineral, dan botol bayi. University of Missouri telah melakukan tes laboratorium mengenai
penggunaan Bisphenol-A pada botol susu bayi dan menemukan bahwa Bisphenol-A pada
produk botol susu bayi plastik dari 5 merek terkemuka di Amerika, sangat berpotensi untuk ikut
larut dalam cairan. Menurut laporan ini, kelima merk botol susu bayi yang masih dipersoalkan
adalah Avent, Dr. Brown's, Evenflo, Gerber dan Playtex.

• Plastik sendiri dikonsumsi sekitar 100 juta ton/tahun di seluruh dunia. Satu tes membuktikan
95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.

• Plastik dibagikan menjadi dua macam berdasarkan sifatnya bila dipanaskan, yaitu tipe cokelat
(nama ilmiahnya : thermoplastic) dan tipe biskuit (nama ilmiahnya : thermosetting). Maksud
dari tipe cokelat adalah plastik yang melunak bila dipanaskan, sedangkan tipe biskuit adalah
plastik yang apabila telah mengeras akan tetap keras walaupun terus dipanaskan. Plastik yang
berbahan baku minyak termasuk dalam golongan plastik tipe cokelat.

Bagaimana Dampak Penggunaan Plastik terhadap Kesehatan?

• Kebanyakan plastik seperti PVC, agar tidak bersifat kaku dan rapuh ditambahkan dengan
suatu bahan pelembut (plasticizers). Beberapa contoh pelembut adalah epoxidized soybean oil(ESBO), di(2-ethylhexyl)adipate (DEHA), dan bifenil poliklorin (PCB) yang digunakan dalam
industri pengepakan dan pemrosesan makanan.

· Bahan pelembut seperti PCB sekarang sudah dilarang pemakaiannya karena dapat

menimbulkan kematian jaringan dan kanker pada manusia (karsinogenik). Tanda dan gejala
dari keracunan ini berupa pigmentasi pada kulit dan benjolan-benjolan, gangguan pada perut,
serta tangan dan kaki lemas. Sedangkan pada wanita hamil, mengakibatkan kematian bayi

dalam kandungan serta bayi lahir cacat.

• Bahan pelembut lain yang dapat menimbulkan masalah adalah DEHA. DEHA mempunyai
aktivitas mirip dengan hormon estrogen (hormon kewanitaan pada manusia). Berdasarkan
hasil uji pada hewan, DEHA dapat merusakkan sistem peranakan dan menghasilkan janin
yang cacat, selain mengakibatkan kanker hati. Untuk menghindari bahaya yang mungkin

terjadi jika setiap hari kita terkontaminasi oleh DEHA, maka sebaiknya kita mencari alternatif
pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang
terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).

• Bahaya lain yang dapat mengancam kesehatan kita adalah jika kita membakar bahan yang
terbuat dari plastik. Pembakaran plastik ini dapat mendatangkan masalah tersendiri bagi kita.
Plastik yang dibakar akan mengeluarkan asap toksik yang apabila dihirup dapat menyebabkan
sperma menjadi tidak subur dan terjadi gangguan kesuburan. Pembakaran PVC akan

mengeluarkan DEHA yang dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen manusia.
Selain itu juga dapat mengakibatkan kerusakan kromosom dan menyebabkan bayi-bayi lahir
dalam kondisi cacat.

• Bahan pelembut ESBO (epoxidized soybean oil) juga biasa digunakan sebagai insektisida.
Sejauh ini, bahaya bahan pelembut ini bagi kesehatan manusia belum ada/dalam penelitian.
Sedangkan bagi lingkungan, ESBO mampu membunuh zooplankton, dan hal ini berakibat
pada terganggunya rantai makanan hewan-hewan laut. Hal tersebut pun akan berdampak

pada terganggunya sumber protein, khususnya ikan, bagi manusia.(cie/dari berbagai sumber)

Sumber :
http://www.surabaya-ehealth.org/dkksurabaya/berita/waspada-bahaya-kemasan-botol-plastik

Wrote by Maria G Soemitro


reusable bag, hasil karya pak Asep


Ketika berbelanja di pasar tradisional, pernah melihat seorang ibu yang menggunakan ulang kantung plastiknya ?
Pernah memperhatikan bahwa kantung plastik yang diberikan supermarket dan minimarket sekarang berlabelkan oxobag/oxium atau oxodegradable atau ada juga biodegradable bag  ?

Apabila kebetulan kantung plastik yang digunakan si ibu ternyata berjenis oxobag atau biodegradable bag, tetapi berlabel supermarket ternama mungkin tindakan si ibu akan mendapat tanggapan  beragam.


 "Sok banget sih, kantung plastik kan dikasi gratis, apa pingin yang berlabelkan supermarket ?

"Ah, si ibu itu pingin gaya aja, kelihatan pulang belanja dari supermarket padahal dari pasar tradisional."

Tanggapan yang cukup sadis, karena :
1. Minimarket kini mudah ditemui di jalan kecil nan becek sekalipun dengan harga beberapa produk lebih murah dibanding pasar tradisional menjadikan supermarket /minimarket bukan lagi tempat yang “wah” dan prestisius.
2. Kantung plastik yang disediakan umumnya mempunyai waktu urai pendek (2 tahun untuk oxobag dan 10 minggu biodegradable bag)  karenanya si ibu pembawa kresek  pastinya sudah menghitung dengan cermat, karena percuma juga kalau oxobag diperlakukan sekali pakai.
3. Bukan sesuatu yang mudah untuk bertindak berbeda walau benar, saya sering mendapat kernyitan dahi ketika mengeluarkan plastik bekas belanja telur, sehingga tidak usah mengambil plastik telur yang baru. Mungkin pembeli lain berpikir “Mahluk aneh apakah ini, pelit bener ? Plastik aja kok itungan !”

Tetapi komentar lebih banyak terlontar ketika saya mengeluarkan reusable bag atau tas pakai ulang yang terlipat kecil berbentuk dompet.
“Wah, ibu Global Warming ya ?”
Gantian saya yang mengernyit, emang apa artinya Global Warming ? Terlalu mengawang kontribusi terhadap Global Warming melalui tindakan sepele seperti membawa tas pakai ulang. Karenanya saya hanya menjawab :
“Ah nggak, Cuma pingin ngurangin kresek Bandung. Saya kan nggak pingin ada Bandung Lautan Sampah jilid 2”.
“Iya ya bu, sekarang aja disetiap pojok Bandung ada sampah, apalagi kalau TPA Sarimukti tutup tahun 2011."

Nah lo, setiap warga Bandung rupanya mafhum bahwa tahun 2011, Bandung akan terkena lampu merah sampah. Tetapi tidak semua warga menyadari bahwa kantung plastik (kresek) menjadi sarana penyebab bom sampah karena sampah organik yang terbungkus kantung plastik akan sulit membusuk bahkan mengeluarkan gas beracun. Berbeda halnya apabila warga mau membuang sampah organik ke lubang biopori atau mengkomposnya. Sedangkan si kresek silakan dipakai berulang ulang hingga sobek.

Sayangnya kresek yang dipakai berulang-ulang mudah sobek dan tampang kresek yang lecek membuat si pembawa kresek merasa jatuh merk dan nggak pede.
Solusinya adalah membawa tas pakai ulang (reusable bag). Banyak toserba memberikan tas pakai ulang gratis untuk sejumlah pembelian tertentu. Tas pakai ulang juga sering dibagikan di seminar dan workshop. Bahkan banyak supermarket mengiming-imingi tas pakai ulang berharga murah untuk sejumlah pembelian tertentu, biasanya dijual didekat kasir. Beberapa supermarket yang menjual tas pakai ulang adalah Superindo, Yogya dan Carrefour. 


Sayang si pembeli umumnya lupa membawa tas pakai ulangnya ketika berbelanja kembali ke supermarket. Mungkin karena berukuran besar dan tidak praktis. Sehingga pembeli yang lupa membawa dan pembeli yang hanya membeli beberapa jenis barang kembali kekebiasaan lama yaitu berbelanja dengan kantung plastic (kresek).
tas pakai ulang (doc.greeneration indonesia)
tas pakai ulang (doc.Greeneration Indonesia)
Beberapa alumni ITB yang tergabung dalam Greeneration Indonesia menjawab permasalahan ini dengan meluncurkan tas lipat berbentuk dompet. Tas ini ketika dibuka retsletingnya akan membentuk ukuran S,M,L atau XL sesuai kebutuhan kita. Bentuknya ? Mirip seperti tas kresek biasa, tapikeren abis karena mempunyai beraneka warna dengan motif batik atau polos. Sedangkan yang terbaru tas batik cangklongan yang membuat penggunanya pede abis !

Kebetulan saya punya beberapa buah. Ada tas untuk barang belanjaan basah (sayur, daging, tahu), tas belanjaan kering dan satu lagi khusus untuk telur karena di supermarketpun kresek telur biasanya dipisah. Sehingga memudahkan si ibu memperlakukan tas telur tersebut. Apa kelebihan tas lipat ini ? Sesuai dengan kebiasaan ibu rumah tangga yang langsung membereskan belanjaan. Sesudah kosong, tas belanjaan kering langsung dilipat dan masuk ke tas tangan lagi sedangkan tas yang basah dicuci untuk digunakan pada saat belanja berikutnya.

Sebetulnya tas lipat ini bukan penemuan baru. Saya ingat eyang buyut saya dulu selalu membawa tas semacam ini. Bahkan kita bisa membuatnya dari kain perca yang dibuang oleh penjahit pakaian.Banyak yang tidak mengetahui bahwa penjahit pakaian berkontribusi menambah sampah dengan membuang sampah kain perca berkarung-karung banyaknya ke TPA

Seorang difabel bernama pak Asep yang selama ini bergabung dengan Yayasan Kasa Indonesia memproduksi reusable bag dari kain-kain perca tersebut.
pak Asep di pameran Envirovolution ITB (doc. Maria Hardayanto)
pak Asep di pameran Envirovolution ITB (doc. Maria Hardayanto)
Produk-produknya  pernah dipamerkan di pameran Envirovolution ITB 2010, sayang hasil penjualan reusable bag dari kain perca pak Asep belum cukup memuaskan.

Selain itu reusable bag juga bisa terbuat dari kemasan plastik bekas detergen, kopi, pewangi atau pembersih lantai

Karena bekas kemasan plastik tersebut tidak "dilirik" oleh pemulung sekalipun, berhubung harganya yang murah. Bahkan kemasan plastik berlapis alumunium sama sekali tidak bisa di daur ulang lagi.

reusable bag hasil karya pak Asep

reusable bag terbuat dari bekas pasta gigi


reusable bag dari kemasan plastik bekas



reusable bag "jadul"




Tetap menerima kantung plastik yang berarti mendzalimi bumi , atau mengurangi penggunaannya bahkan mengganti dengan reusable bag adalah pilihan individu.
Pilihan itu bisa menjadi lifestyle yang berpotensi mengubah dunia. Apakah dunia dengan lingkungan hidup yang asri dan berkelanjutan. Ataukah dunia dengan bumi yang tertutup sampah.
Pilihan yang sebetulnya mudah selama kita berniat karena lingkungan hidup ini bukan warisan untuk kita melainkan titipan bagi anak cucu.
Setuju ?

Maria G. Soemitro
Wrote by Maria G Soemitro
reusable bag dok. Greeneration Indonesia



Ketika berbelanja di pasar tradisional, pernah melihat seorang ibu yang mengeluarkan kantung plastik (kresek/kantung asoy) untuk digunakan ulang ?
Pernah mendengar tanggapan orang yang melihat sikap dan perilaku yang "berbeda" tersebut ?
Bagaimana apabila  kantung palstik yang dikeluarkannya kebetulan menunjukkan supermarket dan minimarket yang memberi gratis kantung plastik tersebut ?
Ternyata tanggapannya beragam. Ada yang memuji kepedulian ibu tersebut karena plastik baru dapat terurai dialam beratus tahun lamanya, walau beberapa supermarket sudah menggunakan kantung plastik yang dapat terurai dalam waktu 2 tahun berlabel
(oxobag, oxium, oxodegradable)dan atau biodegradable bag yang dapat terdegradasi dalam kurun waktu 10 minggu.
Tetapi ternyata ada yang menanggapi : "Ah, si ibu itu kan pingin kelihatan berbelanja di supermarket padahal "cuma" di pasar tradisional.

Tanggapan yang cukup sadis, karena :
1. Minimarket kini mudah ditemui di jalan kecil nan becek sekalipun dengan harga beberapa produk lebih murah dibanding pasar tradisional menjadikan supermarket /minimarket bukan lagi tempat yang “wah” dan prestisius.
2. Kantung plastik yang disediakan umumnya relatif mudah terurai, karenanya si ibu pengguna ulang kantung plastik pastinya sudah menghitung dengan cermat, karena percuma juga kalau oxobag diperlakukan sekali pakai.
3. Bukan sesuatu yang mudah untuk bertindak berbeda walau benar, sering saya  mendapat kernyitan dahi ketika mengeluarkan plastik bekas belanja telur, sehingga tidak usah mengambil plastik telur yang baru. Mungkin pembeli lain berpikir “Mahluk aneh apakah ini, pelit bener ? Plastik aja kok itungan !”
Tetapi komentar lebih banyak terlontar ketika saya mengeluarkan reusable bag atau tas pakai ulang yang terlipat kecil berbentuk dompet.
“Wah, ibu Global Warming ya ?”
Gantian saya yang mengernyit, emang apa artinya Global Warming ? Terlalu mengawang kontribusi terhadap Global Warming melalui tindakan sepele seperti membawa tas pakai ulang. Karenanya saya hanya menjawab :
“Ah nggak, Cuma pingin ngurangin kresek Bandung. Saya kan nggak pingin ada Bandung Lautan Sampah jilid 2”.
“Iya ya bu, sekarang aja disetiap pojok Bandung ada sampah, apalagi kalau TPA Sarimukti tutup tahun 2011."
Nah lo, setiap warga Bandung rupanya mafhum bahwa tahun 2011, Bandung akan terkena lampu merah sampah. Tetapi tidak semua warga menyadari bahwa kantung plastik (kresek) menjadi sarana penyebab bom sampah karena sampah organik yang terbungkus kantung plastik akan sulit membusuk bahkan mengeluarkan gas beracun. Berbeda halnya apabila warga mau membuang sampah organik ke lubang biopori atau mengkomposnya. Sedangkan si kresek silakan dipakai berulang ulang hingga sobek.
Sayangnya kresek yang dipakai berulang-ulang mudah sobek dan tampang kresek yang lecek membuat si pembawa kresek merasa jatuh merk dan nggak pede.
Solusinya adalah membawa tas pakai ulang (reusable bag). Banyak toserba memberikan tas pakai ulang gratis untuk sejumlah pembelian tertentu. Tas pakai ulang juga sering dibagikan di seminar dan workshop. Bahkan banyak supermarket mengiming-imingi tas pakai ulang berharga murah untuk sejumlah pembelian tertentu, biasanya dijual didekat kasir. Beberapa supermarket yang menjual tas pakai ulang adalah Superindo, Yogya dan Carrefour. Sayang si pembeli umumnya lupa membawa tas pakai ulangnya ketika berbelanja kembali ke supermarket. Mungkin karena berukuran besar dan tidak praktis. Sehingga pembeli yang lupa membawa dan pembeli yang hanya membeli beberapa jenis barang kembali kekebiasaan lama yaitu berbelanja dengan kantung plastic (kresek).
tas pakai ulang (doc.greeneration indonesia)
tas pakai ulang (doc.Greeneration Indonesia)
Beberapa alumni ITB yang tergabung dalam Greeneration Indonesia menjawab permasalahan ini dengan meluncurkan tas lipat berbentuk dompet. Tas ini ketika dibuka retsletingnya akan membentuk ukuran S,M,L atau XL sesuai kebutuhan kita. Bentuknya ? Mirip seperti tas kresek biasa, tapi keren abis karena mempunyai beraneka warna dengan motif batik atau polos. 
Kebetulan saya punya beberapa buah. Ada tas untuk barang belanjaan basah (sayur, daging, tahu), tas belanjaan kering dan satu lagi khusus untuk telur karena di supermarketpun kresek telur biasanya dipisah. Sehingga memudahkan si ibu memperlakukan tas telur tersebut. Apa kelebihan tas lipat ini ? Sesuai dengan kebiasaan ibu rumah tangga yang langsung membereskan belanjaan. Sesudah kosong, tas belanjaan kering langsung dilipat dan masuk ke tas tangan lagi sedangkan tas yang basah dicuci untuk digunakan pada saat belanja berikutnya.



Selain itu sebetulnya kita juga bisa membuat dari kain perca sehingga kita menyelamatkan sisa-sisa potongan penjahit pakaian yang selama ini dibuang berkarung-karung banyaknya ke TPA.
tas kain perca hasil karya pak Asep
Salah seorang pengrajin kain perca itu bernama pak Asep. Dia seorang difabel yang dalam keterbatasannya ikut membantu mendaur ulang dengan caranya.

pak Asep di pameran Envirovolution ITB (doc. Maria Hardayanto)
pak Asep di pameran Envirovolution ITB (doc. Maria G. Soemitro)
Ada lagi tas terbuat dari bekas kemasan plastik yang sangat tepat digunakan untuk berbelanja lagi. Karena bekas kemasan plastik detergen, kopi, pewangi atau pembersih lantai tersebut umumnya tidak dilirik pemulung sekalipun. Sehingga sering dibuang bercampur dengan sampah organik mengakibatkan bau menyengat. Sampah organik yang terperangkap dalam plastik dan atau kemasan plastik sulit terurai di alam. 
tas kain perca hasil karya pak Asep 
reusable bag tempo doeloe
reusable bag dari bekas pasta gigi


reusable bag berbahan baku kemasan plastik






Begitu banyak pilihan tas pengganti kantung plastik, banyak yang trendy, yang jadul bahkan apabila mau kreatif kita bisa membuat sendiri reusable bag.
Lifestyle adalah pilihan hidup, pilihan hidup untuk melestarikan lingkungannya atau malah membiarkan lingkungan hidupnya merana karena tertimbun sampah. Sampah yang entah hingga kapan baru akan terdegradasi.
Wrote by Maria G Soemitro

                                  

 Ah, mana ada ?…………… Ada! Terbuat dari hasil daur ulang tetrapak. Sebagian besar didaur ulang menjadi kertas. Sedangkan sisanya yang terdiri dari lapisan alumunium dan kertas bewarna-warni diproses hingga menyerupai atap asbes bergelombang.

Mungkin ada yang kurang familiar dengan kata tetrapak tapi kalau dikatakan tetrapak adalah kemasan karton/kotak berisi susu, teh (hingga dinamakan teh kotak), minuman sari buah, kaldu ayam hingga santan. Pastilah semua orang familier  kemasan yang dimaksud.

Tetrapak atau lebih tepatnya perusahaan bernama Tetra Pak berasal dari Swedia dan hampir merajai semua kemasan kotak, sehingga semua kemasan dalam kotak sering  disebut kemasan tetrapak. Mungkin seperti merk Odol dan merk Vet-sien yang mengawali kedatangannya di Indonesia, merajai pasar Indonesia, sehingga semua pasta gigi disebut odol, dan semua msg (monosodium glutamate/penyedap rasa) dinamakan vetsin. Apapun merk yang tercantum pada kemasannya.

Perusahaan Tetrapak memang konsekuen dan konsisten terhadap sampah yang dihasilkan produknya. Hal yang sejauh ini nyaris tidak dilakukan para produsen Indonesia, mereka melalaikan pasal 15, Undang-Undang no 18 tahun 2008 : Produsen wajib mengelola kemasan dan /atau barang yang diproduksinya yang tidak dapat atau sulit terurai oleh proses alam.

Banyak pendapat yang mengatakan undang-undang tersebut tidak dilaksanakan para para produsen karena tidak dicantumkan sanksi. Aneh memang, dan lebih aneh lagi ketika penulis menanyakan hal tersebut kepada Asisten Deputi Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia  pada suatu seminar Lingkungan Hidup 28 September 2010, jawabannya hanyalah bahwa sanksi untuk produsen memang tidak dicantumkan, itu saja!

Tapi sudahlah, percuma juga berdebat dengan mereka. Undang-Undang yang mencantumkan hukuman semisal harus adanya amdal, dan masalah limbah B3 tidak dilaksanakan dengan seharusnya, apalagi tanpa sanksi ! 

1295599167434233636
contoh tetrapak dan lambangnya (tengah) dok. Endy Sulistiawan
12955985171997100401
pemulung dengan tetrapak bekas (Endy Sulistiawan)

Lebih menyenangkan melihat cara kerja PT Tetrapak Indonesia dengan yayasan-yayasannya yang bekerja sama dengan para pemulung untuk mengumpulkan bekas tetrapak. Yayasan mereka bernama Yayasan Kontak Indonesia. Dan Yayasan Kontak Bandung (mereka menyebut diri sebagai Juragan Kemasan Karton) termasuk yang aktif bekerjasama dengan para pemulung dan wirausahawan yang ingin mendaur ulang bekas kemasan tetrapak dan menjualnya.
1295598765487937175
tempat sampah khusus tetrapak (Maria G. Soemitro)


1295599803308063856
diangkut dan dikumpulkan (dok. Endy Sulistiawan)
1295600694168689113
mesin proses (dok. Endy Sulistiawan)


Kemasan tetrapak terdiri dari 6 lapisan, yaitu 74 % lapisan kertas, 21 % lapisan polietilen dan 5 % alumunium. Perpaduan antara lapisan lapisan ini membuat kemasannya ringan, kuat tetapi mudah di daur ulang.

Yang dimaksud dengan lapisan polietilen adalah lapisan plastik pada bagian luar kemasan, tempat produsenmencantumkan merk, segala hal yang berkaitan dengan isi produk seperti komposisi, waktu diproduksi dan kadaluarsa, selain itu juga tertera logo perusahaan produk isi maupun logo kemasan karton.

12956011621749014190
lembaran alumunium dan polietilen (dok. Endy Sulistiawan)
12956010661318020594
alat proses sederhana (Maria G. Soemitro)
12956011651404308775
pulp kertas - 30 % kadar air (dok.Endy Sulistiawan)
1295601368371048694
hasil akhir : buku daur ulang kertas tetrapak (Maria G. Soemitro)
12956022451754290377
hasil akhir : papan dan atap alumunium (Maria G. Soemitro)

Kemasan karton bukan bermerk Tetrapak tetap diterima yayasan Kontak Indonesia walau spesifikasinya berbeda, tetapi pengaruh utama pada pengemasannya bukan pada pendaur ulangannya.
Kemasan karton bekas ini dikumpulkan oleh pemulung  dan dibeli Yayasan Kontak. Sedangkan untuk proses edukasi beberapa sekolah dan perguruan tinggi  (ITB, pen) yang sudah peduli lingkungan mendapat pinjaman tempat sampah khusus tetrapak dan menyimpannya di tempat strategis agar siswa/siswi, mahasiswa/mahasiswi yang peduli memisah sampah dapat membuang bekas kemasan karton disitu. 

Secara periodik team yayasan Kontak Indonesia akan mengosongkan tempat sampah tersebut.
Kemasan karton (tetrapak) bekas yang diangkut dan dikumpulkan akan diproses lebih lanjut.

Adapun proses daur ulang lapisan kertas hingga menjadi kertas, sebagai berikut :
1. Di pabrik kertas, kemasan yang sudah dipilah dimasukkan kedalam mesin hydro pulper.
2. Mesin hydro pulper bekerja untuk menghasilkan pulp dengan penambahan air.
3. Proses hydro pulping menguraikan lapisan kertas dari alumunium dan polietilen.
4. Proses akhir menghasilkan pulp dengan kandungan serat panjang yang bermanfaat.
5. Tumpukan pulp siap digunakan untuk keperluan industry kertas.
6. Produk akhir berupa kertas daur ulang berkualitas baik.


Sedangkan proses daur ulang polietilen dan alumunium, sebagai berikut :
1. Alumunium dan polietilen hasil penguraian proses hydro pulping.
2. Dengan mesin penghancur, alumunium dan polietilen dicacah menjadi ukuran lebih kecil sehingga mudah diolah.
3. Potongan alumunium dan polietilen disiapkan dalam cetakan untuk dimasukkan kedalam mesin hot proses.
4. Cetakan berisi potongan alumunium dan polietilen ditutup dengan plat untuk dipress.
5. Proses press menggunakan tekanan dan suhu tinggi untuk membentuk papan.
6. Hasil akhir berupa papan dan atap gelombang yang siap dipakai.

PT Tetrapak memfasilitasi semua aktivitas pengumpulan bekas kemasan karton dan para wiraswastawan yang berminat memproduksi dan menjual hasil produk daur ulang berupa kertas dan papan serta atap alumunium tersebut. Sebetulnya di beberapa negara, hasil daur ulang alumunium tidak hanya papan dan atap tetapi juga ember, perlengkapan rumah tangga dan semua produk yang terbuat dari alumunium.

Menariknya, warna alumunium daur ulang bewarna-warni sesuai bahan baku, ada pink, biru, kuning, merah, putih bahkan campuran semua warna. Pokoknya rame !

Mungkin ada yang bertanya mengenai garansi yang menjadi judul tulisan ini ? Ya, garansi atap alumunium daur ulang tetrapak memang seumur hidup, karena apabila ada kerusakan dapat diproses ulang dan …………..jadi deh atap baru !

Seumur hidup bukan ?

                                                  kios rokok ala tetrapak (Maria G. Soemitro)
Wrote by Maria G Soemitro


Sebuah produk baru yang terbuat dari limbah pertanian dan akar jamur diperkenalkan  dalam bentuk kemasan  untuk pengiriman ke seluruh negeri. Produk baru tersebut  disebut Mycobond ™ yaitu material komposit  yang hanya memerlukan1/8 energi untuk produksi dan menghasilkan 1/10 karbon dioksida bahan kemasan busa tradisional.
Protected by Copyscape Plagiarism Software

Ecovative design (http://www.ecovativedesign.com/ecocradle/why/)

Saat ini  lulusan   program pasca sarjana Rensselaer Polytechnic Institute, Gavin McIntyre dan Eben Bayer sedang mengembangkan sebuah produk baru  dengan metode energi intensif rendah untuk mensterilkan limbah pertanian dan membunuh spora yang dianggap bisa bersaing dengan jamur.
Dibandingkan dengan uap panas, metode sterilisasi baru  melibatkan   minyak kulit kayu manis, minyak thyme, minyak oregano dan minyak sereh. McIntyre mengatakan proses desinfeksi hanya mengemulasi sifat biologis karena menggunakan senyawa tanaman yang telah berkembang selama berabad-abad dengan tujuan untuk menghambat pertumbuhan mikroba.
Bagaimana cara produk hijau berkembang ? Mycelia (bagian vegetatif dari jamur)  berkembang dan mencerna bahan starter pertanian, seperti benih kapas atau serat kayu dalam lingkungan yang gelap pada suhu kamar. Bahan dibentuk disesuaikan dengan keinginan pemakai berupa struktur cetakan plastik
Setelah terbentuk sempurna, masing-masing bagian menjalani proses sterilisasi. Dengan perlakuan  kulit kayu manis-baru, Bayer dan McIntyre berharap seluruh proses bisa dikemas sebagai kit (fasilitas pengiriman yang diperbolehkan). Bahkan para pemilik rumah dapat mengembangkan sendiri bahan kemasan hijau.
McIntyre dan Bayer mendirikan   Ecovative Design Green Island, NY, untuk membawa ide mereka ke dalam produksi. Ecovative telah menerima dana dari National Science Foundation (NSF), USDA Agricultural Research Service, Environmental Protection Agency dan New York State Energy Research and Development Authority.

source : Ruddabby, Cechgentong (Mycobond, kemasan hijau dari bahan jamur)
    Wrote by Maria G Soemitro
    Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

    ABOUT AUTHOR



    Haloooo, saya Maria G Soemitro, seorang ambu (ibu = Bahasa Sunda) dengan 4 orang anak.
    Blog ini didedikasikan khusus untuk berbagi perihal sampah. Mengenai saya selengkapnya ada disini Saya bisa dihubungi di ambu_langit@yahoo.com




    LATEST POSTS

    • Pengepul Ramah di Cigadung Bandung
        Dua Saudara, Pengepul di jalan Cigadung Bandung (dok. Maria G. Soemitro) Dari semua responden , mungkin baru kali ini saya ...
    • Ceu Eutik, Berkreasi Sambil Ngemong Cucu
        kerajinan limbah kopi Salah seorang nenek yang rajin menganyam limbah sachet kopi adalah ibu Atikah atau lebih sering dipan...
    • Rumah Kompos Di Antapani
      Rumah Kompos Bina Usaha Sejahtera (dok Maria G. Soemitro) Tulisan ini merupakan sequel dari dari : “Sekali Tepuk Dua Tempat” ...
    • Yuk Bikin Bank Sampah di Lingkunganmu
      “Duh, ibu rajin sekali angkat-angkat sampah” Kalimat satire tersebut akrab didengar pengurus Bank Sampah. Maksudnya, ih ibu kok mau si...
    • Stop Tayangan OVJ, atau Ganti Property !
      Anak anak tertawa Ibu ibu tertawa Para bapak juga tertawa Gara gara aksi Sule, Azis, Nunung, Andre dan Parto Bercanda...
    • Membedah Kasus Bank Sampah
      Wuaduh, judulnya serem ya? Ada alasan kuat mengapa saya memilih judul ini. Selama melaksanakan survey bebassampahID ada suara...
    • Lahan Terbatas? Bikin Kotak Takakura Yuk .....
      Setiap orang/keluarga yang mengompos sampah organiknya pasti melaksanakan pemisahan sampah di rumahnya. Karena kepedulian memisah sampah...
    • 5 Langkah Atasi Sampah Plastik untuk Bumi yang Berkelanjutan
             5 Langkah Atasi Sampah Plastik untuk Bumi yang Berkelanjutan “Say no to Plastics” Demikian bunyi  banner yang kerap bersliweran di ha...
    • Belajar Dari Pak Herry, Newbie di Persampahan
        lapak pak Herry Manisnya   bisnis persampahan nampaknya menarik minat pak Herry 3 tahun silam. Sebagai newbie, dia tak segan-...
    • Peran Atep Service untuk Konvensi Basel
      “Bu, kumaha damang?”   Kaget juga saya disapa pemilik Atep Service. Setelah mengobrol ngalor ngidul, barulah teringat bahwa sek...

    Advertisement

    Diberdayakan oleh Blogger.
    Foto saya
    Maria G Soemitro
    Lihat profil lengkapku

    Waspada, Gagal Paham Ecobrick!

       sumber: azocleantech.com   Waspada, Gagal Paham Ecobrick! Andai ada kasus: Masyarakat di suatu kawasan kelaparan. Namun alih-alih mengiri...

    Powered By Blogger

    Cari Blog Ini

    Arsip Blog

    • ▼  2023 (1)
      • ▼  Februari (1)
        • ▼  Feb 22 (1)
          • Waspada, Gagal Paham Ecobrick!
    • ►  2022 (1)
      • ►  November (1)
        • ►  Nov 28 (1)
    • ►  2019 (2)
      • ►  Maret (1)
        • ►  Mar 28 (1)
      • ►  Januari (1)
        • ►  Jan 10 (1)
    • ►  2018 (2)
      • ►  April (2)
        • ►  Apr 18 (1)
        • ►  Apr 09 (1)
    • ►  2017 (7)
      • ►  November (2)
        • ►  Nov 23 (1)
        • ►  Nov 17 (1)
      • ►  September (1)
        • ►  Sep 19 (1)
      • ►  Mei (3)
        • ►  Mei 20 (1)
        • ►  Mei 11 (2)
      • ►  Maret (1)
        • ►  Mar 21 (1)
    • ►  2016 (6)
      • ►  Oktober (4)
        • ►  Okt 09 (4)
      • ►  Januari (2)
        • ►  Jan 25 (2)
    • ►  2015 (61)
      • ►  Oktober (1)
        • ►  Okt 14 (1)
      • ►  September (1)
        • ►  Sep 11 (1)
      • ►  Agustus (8)
        • ►  Agu 18 (1)
        • ►  Agu 11 (2)
        • ►  Agu 09 (2)
        • ►  Agu 02 (1)
        • ►  Agu 01 (2)
      • ►  Juli (16)
        • ►  Jul 31 (1)
        • ►  Jul 28 (1)
        • ►  Jul 25 (1)
        • ►  Jul 19 (3)
        • ►  Jul 18 (2)
        • ►  Jul 15 (2)
        • ►  Jul 13 (2)
        • ►  Jul 07 (3)
        • ►  Jul 05 (1)
      • ►  Juni (16)
        • ►  Jun 30 (2)
        • ►  Jun 29 (2)
        • ►  Jun 28 (2)
        • ►  Jun 25 (2)
        • ►  Jun 24 (2)
        • ►  Jun 11 (1)
        • ►  Jun 10 (1)
        • ►  Jun 09 (1)
        • ►  Jun 06 (1)
        • ►  Jun 04 (1)
        • ►  Jun 03 (1)
      • ►  Mei (5)
        • ►  Mei 14 (2)
        • ►  Mei 03 (2)
        • ►  Mei 01 (1)
      • ►  April (1)
        • ►  Apr 24 (1)
      • ►  Maret (1)
        • ►  Mar 21 (1)
      • ►  Februari (12)
        • ►  Feb 22 (1)
        • ►  Feb 21 (1)
        • ►  Feb 16 (2)
        • ►  Feb 11 (2)
        • ►  Feb 10 (1)
        • ►  Feb 09 (1)
        • ►  Feb 06 (1)
        • ►  Feb 04 (1)
        • ►  Feb 03 (2)
    • ►  2014 (2)
      • ►  Oktober (1)
        • ►  Okt 21 (1)
      • ►  September (1)
        • ►  Sep 11 (1)
    • ►  2012 (20)
      • ►  Desember (2)
        • ►  Des 29 (2)
      • ►  Oktober (1)
        • ►  Okt 27 (1)
      • ►  September (5)
        • ►  Sep 21 (1)
        • ►  Sep 20 (3)
        • ►  Sep 07 (1)
      • ►  Agustus (2)
        • ►  Agu 01 (2)
      • ►  Juli (1)
        • ►  Jul 29 (1)
      • ►  Juni (1)
        • ►  Jun 25 (1)
      • ►  Mei (2)
        • ►  Mei 18 (1)
        • ►  Mei 17 (1)
      • ►  Maret (4)
        • ►  Mar 19 (2)
        • ►  Mar 17 (1)
        • ►  Mar 01 (1)
      • ►  Februari (2)
        • ►  Feb 29 (1)
        • ►  Feb 14 (1)
    • ►  2011 (15)
      • ►  Oktober (2)
        • ►  Okt 13 (2)
      • ►  Agustus (2)
        • ►  Agu 04 (2)
      • ►  Juli (2)
        • ►  Jul 28 (1)
        • ►  Jul 09 (1)
      • ►  Mei (1)
        • ►  Mei 31 (1)
      • ►  April (5)
        • ►  Apr 10 (1)
        • ►  Apr 07 (2)
        • ►  Apr 05 (1)
        • ►  Apr 03 (1)
      • ►  Februari (2)
        • ►  Feb 16 (2)
      • ►  Januari (1)
        • ►  Jan 21 (1)
    • ►  2010 (6)
      • ►  November (3)
        • ►  Nov 29 (3)
      • ►  Maret (1)
        • ►  Mar 12 (1)
      • ►  Februari (1)
        • ►  Feb 26 (1)
      • ►  Januari (1)
        • ►  Jan 05 (1)
    • ►  2009 (4)
      • ►  Desember (3)
        • ►  Des 23 (2)
        • ►  Des 04 (1)
      • ►  November (1)
        • ►  Nov 16 (1)

    Label

    3 R adipura B3 BandungJuaraBebasSampah bank sampah barang bekas BebasSampahId biodigester biogas debat ilmuwan ecobrick energi Environmental Sustainability Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik industri kreatif Iriana Jokowi kantong plastik kantung plastik keresek KESEJAHTERAAN lifestyle MASA DEPAN CERAH pengepul pengomposan PERENCANAAN KEUANGAN pernak pernik photography pilah sampah ramah lingkungan regulasi reparasi Reverse Vending Machine Ridwan Kamil sampah anorganik sampah organik solusi limbah sosok styrofoam SUN LIFE zero waste

    Translate

    Laman

    • Halaman Muka
    • green planet
    • Kaisa Indonesia

    FOLLOW US @ INSTAGRAM

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

    Copyright © 2016 Bandung Zero Waste. Designed by OddThemes & Blogger Templates