Laman

Senin, 13 Juli 2015

Meerakatja, Kecantikan Dalam Karya







Wow … wow … wow !!!
Bagaimana mungkin barang bekas bisa secantik ini?
Sesudah mendatangi puluhan aktivitas pengolahan limbah, rasanya takjub, tak percaya jika bak sulap barang bekaspun menjelma menjadi berbagai hiasan keren.
Coba bayangkan jika di meja kerja, lemari hias, meja tamu bertengger botol bekas seperti ini:

botol bekas, sumber disini

Tapi bagaimana jika ini?

karya meerakatja glass art painting


Keren bukan? Dan itu semua berkat tangan lentik perempuan cantik bernama  Ratna Miranti 

Mengusung brand  “meerakatja glass art painting”, ibu muda berusia 39 tahun yang telah dikarunia 3 putra dan putri ini sebetulnya tanpa sengaja menekuni bidang ini. awalnya Mira membeli peralatan mengecat karena ingin mencoba untuk melukis di atas kain. Ternyata bahan yang dibeli itu salah, bukan cat untuk mengecat kain, tapi untuk mengecat kaca. Bukannya ditukar dengan cat untuk mengecat kain, Mira –sapaan akrab Ratna Miranti, malah bereksplorasi dengan cat untuk kaca tersebut. “Daripada mubazir, saya coba aja melukis di botol bekas saus tomat, botol bekas sirup, di mangkuk. Eh, taunya malah ketagihan. Dari situlah, kepikiran untuk menjual hasil karya tersebut. Mulailah saya berjualan di Facebook pribadi, dan hasilnya bagus! Jualan laku, dan karya saya mulai dikenal orang,” ceritanya.

Tidak cukup berpuas diri dengan hasil karyanya, alumni Seni Rupa ITB ini mengikuti kursus tentang glass painting yang mengajarkan teknik baru untuk mengembangkan kreativitasnya.  “Diajari sifat gelas gimana, harus diapain dulu, teknik pengecatan, coating, pengeringan, dan lain-lain,” katanya.
Hasilnya banyak sekali masterpiece yang dihasilkan tangan lentiknya. Penuh imajinasi  dalam setiap hasil karyanya Mira mengharapkan hasil sempurna sehingga sering botol yang telah dihias, dihias ulang dengan cara dikerok catnya dan diperbaharui dengan  hingga tercipta karya indah lainnya.
Tidak hanya bekerja untuk hasil sempurna, Mirapun tidak pelit berbagi ilmu. Secara temporer beberapa mahasiswa membantunya merangkai karya. Beberapa yang tidak rapi dan tampak asal-asalan akan dikerok kembali agar pembeli puas membeli hasil karyanya. Tidak heran Mira kebanjiran pesanan walau produk yang diprint warna lebih murah dibanding home made.
Darimana Mira mendapat botol-botol bekas? Ternyata selalu ada kawan atau kerabat yang menyetorkan botol beragam bentuk, corak dan warna. Botol-botol bekas makanan seperti saos tomat, kecap akan mendapat  perlakuan khusus agar bersih dan baunya hilang. Kemudian dijemur dan dicat dalam bentuk pola atau langsung seperti berikut:


Mira juga mendapat pesanan dari beberapa instansi yang menginginkan wadah kece sebagai tempat  penghargaan.



Mengasyikkan bukan? Apa yang dikerjakan Mira merupakan solusi cerdas reuse botol bekas. Seperti diketahui bersama, sebaiknya menghindari botol plastik karena beratus tahun kemudian plastik baru akan terurai di alam. Sebaiknya kita menggunakan botol kaca, tapi bagaimana dong jika isinya telah habis? Maklum pemulung dan tukang rongsok enggan memungut beling/botol kaca yang berharga murah. Tapi coba deh jika sudah berubah secantik ini, siapapun akan termehek-mehek.
Ditemui di lokasi work shopnya yang asri, Mira senang hati menerima calon pembeli hasil karyanya atau justru mau belajar. Silakan datang ke meerakatja art of painting di jalan Sangkuriang K-3,  Bandung. Jangan lupa telfon dulu ke 08122048048 untuk memastikan istri Andreas Wibowo ini ada di tempat.



Lorong Misteri Old & New






Judul tulisan ini muncul begitu saja ketika saya memasuki lorong Old & New, suatu unit usaha penerimaan titipan barang bekas untuk dijual kembali. Old & New terletak dijalan LLRE Martadinata 85 Bandung, tidak jauh dengan toko Babe . Bedanya Babe terkesan cozy sedangkan Old & New menampakkan aroma mistis gimana gitu, apalagi jika ada asap dupa melayang-layang di sekitar bangunan, wah pasti bakal lengkap deh. ^_^  

Sutradara film misteri tidak akan kesulitan disini. Semua lengkap. Bak memasuki alur masa  penuh kegelapan. Di teras depan aneka lampu kuno menyambut para tamu, banyak macam dan warnanya. Entah dari masa silam yang mana karena semua bentuk nampak aneh untuk mata awam seperti saya. Sesudah itu berbagai lukisan kuno, peralatan dapur kuno, kaleng kerupuk lusuh, meja, kursi, tempat tidur, guci, hiasan meja, semuanya seolah dari abad kegelapan yang hadir kembali. Bahkan deretan baju bekaspun seolah semakin lusuh karena terletak diantara peralatan lusuh, muram dan berwarna kelam.


Di depan tumpukan koper kuno, saya mengernyit bingung, teringat koper kuno milik keluarga yang terpaksa dibuang ketempat sampah karena pasti nggak ada yang mau menggunakannya lagi.

“Koper -koper ini laku?”
“Laku bu, kan vintage,” jawab salah seorang petugas Old & New.

Oh pantaslah, atas nama vintage, apapun jenis barangnya sah-sah saja digunakan ulang. Vintage memang diasosiasikan dengan sesuatu yang semakin bermakna karena model atau usianya yang lama. Sehingga, semakin tua usia benda tersebut akan semakin baik dan tinggi nilai estetikanya.

Apakah ini?

Kabar baik nih untuk mereka yang memiliki barang jadul, ingin menyingkirkan  dan tidak tahu harus kemana.  Old & New siap menampung/titip jual  dengan syarat sebagai berikut:

Untuk masa penitipan 2 bulan,

  • Biaya administrasi Rp 3.000 untuk barang seharga Rp 100 – Rp 25.000

  • Biaya administrasi Rp 10.000 untuk barang seharga Rp 25.100 – Rp 500.000

  • Biaya administrasi Rp 25.000 untuk barang seharga Rp 500.100 – Rp 2.000.000

  • Biaya administrasi Rp 50.,000 untuk barang seharga Rp 2.000.100 – Rp 3.000.000

  • Biaya administrasi Rp 100.000 untuk barang seharga Rp 3.000.100 – keatas


Tidak hanya biaya administrasi, setiap barang yang laku terjual akan dikenai komisi penjualan sebesar 20 % dan hanya boleh diperpanjang maksimal 2 kali. Adil ya? Selain untuk memberi kesempatan barang lain juga karena Old & New harus merotasi barang yang dijualnya agar pembeli datang dan datang lagi.

Old & New memang ramai oleh pengunjung, rata-rata memang berburu barang vintage yang terkadang tidak masuk akal. Misalnya kaca rias antik yang telah pecah cerminnya, si pembeli pasti harus memperbaiki agar kembali cantik. Guci dan patung yang telah pecah ujungnya. Hiasan Semar terbuat dari kulit kambing yang telah robek dan masih banyak lagi. Tak berlebihan saya memberi judul tulisan ini, “lorong misteri Old & New” selain karena antik dan jadulnya barang yang dijual, eh ternyata barang rompalpun dijual disini. Sungguh proses reuse yang patut diacungi jempol.

Tertarik datang ke  “Old & New” ?  Unit usaha yang telah berusia 11 tahun ini terletak di jalan LLRE Martadinata 85 ini menjual barang bekas yang sangat bervariatif , misalnya 


  • Pakaian termurah Rp 25.000 – termahal Rp 350.000

  • Peralatan elektronik Rp 350.000 – Rp 1 Juta, rata-rata mengusung konsep kejadulan juga.

  • Perlengkapan kayu Rp 600.000 hingga Rp 6 .000.000

Buka  dari  jam 09.30 hingga pukul 21.30 di hari kerja , hari Minggu tetap buka mulai jam 09.30m hingga jam 21.30. Diapit oleh factory outlet, tempat makan dan hotel ternama. Old & New merupakan salah satu destinasi yang layak dikunjungi oleh mereka yang menyenangi sensasi berbeda dan tentu saja barang jadul eh vintage …… ^-^