Laman

Selasa, 07 Juli 2015

Dibawah Pohon Rindang, Perpanjang Usia Sepatumu



 
lapak pak Dadang

Solllll ……… sol sepatu  ……… sol, sol sepatu,

Suara pemberi layanan jasa reparasi sepatu pastinya akrab di telinga. Mereka berkeliling ke pelosok kota dengan peralatan tempurnya yang khas : kotak sepatu berisi peralatan menjahit sepatu, lem, sol sepatu dan dulu selalu ada paku-paku kecil khusus untuk sepatu. Seiring waktu, paku-paku kecil ini sudah jarang melengkapi kotak bapak tukang sepatu, selain karena harga paku semakin mahal, juga disebabkan  menjahit sol sepatu lebih praktis. 

Berhubung tidak ada sekolah ketrampilan sol sepatu ^-^  , kemampuan mereparasi  sepatu ditularkan antar kerabat atau teman. Mirip pelaku jasa elektronik di Babeh, Esepul dan Dairinta. Bedanya pelaku reparasi sol sepatu banyak yang nomaden, karena profesi asli mereka adalah petani. Seraya menunggu waktu panen tiba, mereka menyelusuri jalan-jalan kota Bandung menawarkan jasa mereparasi sepatu. Hebat ya? Bapak yang multitasking, kreatif dan paham efisiensi waktu. 
sepatu rusak

Di masa tanam dengan cekatan mereka akan membajak sawah dan menabur benih. Setelah itu, sawah diserahkan penanganannya pada istri dan family. Dia pergi ke kota besar untuk tidur di rumah kerabat atau mengontrak rumah yang sewanya murah untuk digunakan beramai-ramai. Kemudian menjajakan jasanya  ke pemukiman mewah hingga rumah-rumah sederhana. Kepiawaiannya menyulap sepatu sangat membantu penghuni rumah tersebut.  Sepatu yang mangap solnya dipercantik lagi hingga nyaman digunakan. Beberapa lainnya sengaja menjahit sepatunya sebagai tindakan preventif.

Kembali ke anjuran Dewi dari B&B , agar pembeli memilih barang berkualitas daripada membeli sepatu KW. Maksudnya jika dihadapkan pilihan pada produk berkualitas senilai Rp 1 juta atau 10 produk serupa (KW) seharga Rp 100 ribu yang dipilih dengan pertimbangan bisa gonta-ganti barang.  Maka pilihlah produk berkualitas tersebut, karena awet, tahan lama dan jikalau bosan, bisa dijual lagi dengan harga yang bagus.

Tapi bagaimana jika justru kemampuan daya beli kita hanya Rp 100 ribu? Produk seperti itu biasanya memang gampang rusak. Nah untuk menyiasati agar bisa dipergunakan dalam jangka waktu panjang maka tawaran jasa reparasi sangatlah membantu. Tidak hanya jasa sol sepatu yang nomaden , pengguna jasa bisa datang ke Jalan Cihapit, dibawah rindang nan asri untuk bertemu  pak Dadang, pak Ikin, pak Doda, pak Wawan dan pak Unen yang menunggu dengan sabar. Mereka menempati lokasi tersebut puluhan tahun silam. Awalnya hanya satu orang, kemudian 2, …… 3, dan akhirnya 5 orang pelaku reparasi sol sepatu mangkal di jalan Cihapit.

Semula daerah mereka hanya di sisi kanan jalan Cihapit, tepat di depan jalan Cihapit nomor 38. Kemudian di kanan dan kiri. Kini,  pihak kota Bandung menyarankan agar mereka hanya menempati satu sisi jalan saja untuk menghindari macet karena trotoar digunakan berjualan. Sisi kanan harus dikosongkan.

Berapa ongkos reparasi disini. Tarifnya standar kok, Rp 20.000 jika sepatu harus dilem dan dijahit. Sedangkan jika sepatu harus diganti solnya, maka cukup merogoh kocek sebesar Rp 60.000, maka sepatu akan kinclong kembali.

Tertarik kesana untuk memperbaiki sepatu/sandal? Bapak-bapak palaku reparasi jasa sepatu dengan mudah ditemui di jalan Cihapit, masuk dari arah jalan LLRE Martadinata. Mereka buka praktek mulai dari pukul 07.00 17.00, hari Minggu mereka tetap buka.

deretan penjual jasa reparasi sepatu

BBB, Bukan Bintang Biasa … eh Barang Bekas Berkualitas






BBB besutan Melly Gowslaw tiba tiba terlintas ketika saya berjalan di sepanjang trotoar Kerapitan dan melihat papan nama toko B&B.  Bedanya BBB disini bukan singkatan Bukan Bintang Biasa yang digawangi Rafi Ahmad, Ayushita, Chelsea Olivia, Laudya Cinthya Bella dan Dimas Beck, melainkan  BBB singkatan dari Barang Bekas Berkualitas. 

Jauh banget ya? Yang satu tentang aktor dan aktris yang unjuk kabisa menyanyi sedangkan satunya lagi tentang nama toko barang bekas yang ‘maunya’ berkualitas. Benang merahnya adalah adanya yang dijual yaitu BBB nya Melly Goeslaw jualan suara sedangkan BBB nya Kerapitan 48 jualan barang bekas. Lha maksa banget ya nyama-nyamainnya??     ^-^

B&B memang menarik untuk diulas. Saya baru ngeh keberadaannya setelah beberapa waktu lalu mencari perlengkapan aquarium. Padahal saya sudah mewawancarai lapak sederhana di pinggir jalan Cihapit dan destinasi ekslusif jualan barang bekas bernama BABE. Bahkan Bandung info lupa memasukkan keberadaan deretan toko penjual barang bekas di jalan Kerapitan ini.

Berbeda dengan BABE, pegawai toko B&B ramah dan informatif, mereka tidak mempingpong saya untuk mendapatkan data. Berikut penjelasannya tentang syarat dan ketentuan penitipan barang bekas disini: 


  • Barang yang hendak dititipkan akan ditaksir oleh team penilai dan hanya diperbolehkan memberi harga setinggi-tingginya 50 % dari harga barang baru.
  • Khusus baju, setiap kantong hanya diizinkan berisi 20 pcs. *Mungkin untuk meminimalisir penyelundupan baju cimol disini ya?*
  • Penitip diwajibkan membayar Rp 7.000 untuk masa penitipan 5 hari, 15 hari, 30 hari dan dapat diperpanjang maksimal 2 kali. *Iyalah, tempatnya padat banget, jika tidak diatur pastinya toko hanya menampilkan barang yang itu-itu aja serta tidak bisa menerima barang baru. Sementara pengunjung pastinya berharap melihat barang bagus dan berganti – ganti tampilannya. Hingga akhirnya dia akan datang lagi dan lagi.
  • Komisi penjualan sebesar 18 % untuk setiap barang yang berhasil dijual B&B.
Ya win-win solution bagi mereka yang ingin menjual barang bekasnya tanpa riweuh. Asalkan berkualitas. Berkualitas ini digaris bawahi B&B karena menurutnya barang bermutu rendah hanya akan berakhir di tong sampah sedangkan barang berkualitas tinggi akan semakin dicari orang. 

“Mending beli barang  berkualitas seharga Rp 1 juta deh daripada 10 barang murah seharga Rp 100 ribu yang dibeli hanya untuk gonta ganti,” jelas Dewi, petugas B&B, “ karena bisa dijual lagi disinii dengan harga lumayan”.


Iya juga ya?  Bisa dijual lagi dengan harga bagus adalah satu hal tetapi yang terpenting adalah pembelian barang berkualitas mengurangi  SAMPAH, karena bisa digunakan untukk waktu lama. Juga peluang barang berkualitas menjadi sampah lebih kecil dibanding 10 barang KW. 

Bagaimana jika daya beli kita hanya mampu membeli barang KW? Jawabannya ada disini

Hunting barang bekas ternyata tidak melulu masalah harga, calon pembeli bisa mencari  barang yang dibutuhkan yang sudah tidak tersedia di toko barang baru karena limited edition.  Atau sekedar jajan mata ^-^ …   Ngga percaya? Silakan datang sendiri ke B&B  dijalan Kerapitan nomor 48 Kota Bandung. Mereka buka dari jam 09.00 hingga pukul 21.00 malam. Ada banyak barang yang dipajang dalam satu toko, dijamin seruuu …  ^^

B & B, jl Kerapitan 48 Kota Bandung